Rudal Houthi Menghantam Kapal Kontainer Denmark di Laut Merah

INTIP24 – Sebua kapal kontener milik Denmark yang sedang melintas di Laut Merah dihantam rudal milisi Houthi pada hari Minggu. Kapal berbendera Singapura, Maersk Hangzhou itu memberi isyarat pada pukul 20:30 waktu setempat dan meminta bantuan Komando Pusat AS (CENTCOM) di Pentagon.

Sebagai responnya dua rudal lagi ditembak jatuh oleh kapal perusak Amerika yang berpatroli di daerah tersebut.

Sebelumnya, Raksasa pelayaran Denmark AP Moller-Maersk tersebut mengumumkan pada pertengahan Desember bahwa mereka menangguhkan semua pengiriman kargo melalui Laut Merah karena serangan yang menargetkan kapal komersial di wilayah tersebut.

Namun, pekan lalu perusahaan mengatakan pihaknya berencana untuk melanjutkan pengiriman, menghubungkan langkah tersebut dengan Operation Prosperity Guardian (OPG) yang dipimpin AS, yang dibentuk untuk memastikan perjalanan yang aman melintasi Laut Merah.

Bacaan Lainnya

Operasi angkatan laut internasional untuk mengamankan perdagangan di wilayah tersebut diumumkan oleh Washington pekan lalu, ketika serangan Houthi telah memaksa perusahaan pelayaran besar untuk mencari rute alternatif, sehingga mengganggu rantai pasokan global.
Laut Merah adalah pintu masuk kapal-kapal yang menggunakan Terusan Suez, yang menangani sekitar 12% perdagangan global.

Serangan pada hari Sabtu terjadi sehari setelah Denmark mengumumkan akan berkontribusi pada OPG pimpinan AS, dengan mengirimkan fregat bulan depan.

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, mengatakan mereka akan menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel sebagai tanggapan atas pemboman dan invasi darat Israel ke Gaza.

Dua puluh tiga kapal telah diserang atau disita di Laut Merah sejak 19 November, menurut CENTCOM.

Biro politik gerakan Ansar Allah Houthi pekan lalu mengecam koalisi maritim pimpinan AS, dengan mengatakan bahwa koalisi tersebut merupakan “bagian integral dari agresi terhadap rakyat Palestina, Gaza, dan negara Arab dan Islam.”

Mereka juga menuduh Israel berupaya melakukan “militerisasi Laut Merah demi kepentingan entitas Israel,” menurut kantor berita Yaman, Saba.

Pos terkait