PADA tahun 2012 silam, sebuah organisasi buruh menginisiasi gerakan perjuangan melalui literasi bertajuk: Buruh Bangkit Menulis. Mengomunikasikan Perjuangan Buruh dan Keluarganya untuk Keadilan dan Kesejahteraan.
Proyek ini akan menguatkan kapasitas 25 buruh terpilih baik laki-laki dan perempuan. Mereka dilatih agar mampu melakukan peliputan dan penulisan naratif, agar menghasilkan cerita-cerita menginspirasi seputar perjuangan buruh dan keluarganya.
“Tim media” ini juga dilatih membuat blog, facebook dan media sosial lainnya untuk mempromosikan pengalaman dan tulisan mereka. Media ini juga menjadi alat saling bertutur, tukar pengalaman dan menggali ide-ide yang akan saling menguatkan antar buruh dan keluarganya.
Hal ini sebagai bentuk perlawanan, karena selama ini banyak hal penting terkait persoalan buruh, seperti kekerasan dan ketidak-adilan tidak muncul di media mainstream.
“Kami ingin media alternatif (jurnalisme warga) ini bisa menjadi fungsi kontrol bagi kekuasaan demi mencapai/mengubah behavior para penegak hukum dan pembuat kebijakan untuk berpihak pada kaum lemah,” tulisnya.
Yang menarik dari gerakan intelektual ini, selain merawat kemampuan menulis para buruh, juga menguatkan kapasitas mereka dalam menguasai teknologi saat menyalurkan sikap, aspirasi, serta fakta-fakta.
Selamat Hari Buruh 1 Mei 2024. Perjuangan kaum buruh adalah perjuangan anak bangsa dalam menjaga martabat dan keluarganya. Mari dukung.
Bagaimana menurut Anda? (Nursalim Turatea).






















































