Dwiyana menuturkan, tingkat okupansi kereta cepat saat ini masih berada di atas 60%. Dia juga mengatakan saat ini rata-rata penumpang harian Kereta Cepat memang tengah mengalami penurunan.
Dia menuturkan, rerata penumpang harian kereta cepat saat ini ada di kisaran 14.000 orang hingga 16.000 orang. Jumlah tersebut menurun dibandingkan pergerakan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu yakni sekitar 21.000 orang per harinya.
Namun, dia mengatakan penurunan ini dinilai wajar karena adanya dinamika pergerakan penumpang pada masa peak season seperti libur Nataru dan periode normal.
“Pasti ada dinamika seperti itu. Sejak Desember lalu naik terus sampai sekitar 21.000 orang kemudian sekarang turun ke kisaran 16.000 penumpang. Ini wajar,” kata Dwiyana di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis (25/1/2024).















































