Menurut media lokal, penghuni kamp mengatakan kembang api tersebut tidak ditujukan kepada tentara, dan tidak menimbulkan ancaman atau bahaya apa pun bagi pihak Israel.
Laporan itu menambahkan bahwa Ben Gvir meminta tentara yang membunuh bocah itu untuk menerima penghargaan dan tidak diselidiki oleh Mahash, departemen investigasi kepolisian.
Pada hari Rabu, Ben Gvir juga menuju ke Departemen Investigasi Kepolisian Dalam Negeri Israel (DIPI) untuk menyatakan dukungannya terhadap petugas tersebut dan mengecam pertanyaan DIPI terhadap pria tersebut.
“Sangat keterlaluan bagi saya kalau Bareskrim Polri malah berani mengundang pejuang tersebut ke sini untuk dimintai keterangan, memalukan dan tercela,” ujarnya didampingi kuasa hukum petugas.
Dia menambahkan bahwa dia sebelumnya telah mempekerjakan kembali petugas polisi yang diberhentikan oleh DIPI, dan bahwa dia akan memberikan dukungannya kepada petugas yang ditanyai tersebut, dengan menyatakan bahwa dia dan rekan-rekannya “melakukan pekerjaan yang luar biasa”.
Pembunuhan al-Halhouli terjadi pada hari yang sama ketika pasukan Israel menembak dan membunuh seorang pria dan seorang anak di dekat kota Al-Jib, barat laut Yerusalem.
Pria tersebut diidentifikasi sebagai Zaid Warif Shukri Khalifa, berusia 23 tahun, yang tiba di fasilitas medis di Ramallah dalam keadaan meninggal setelah mengalami luka.
Yang lainnya diidentifikasi sebagai Abdullah Mamoun Hassan Assaf yang berusia 16 tahun.
Di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, dua orang lainnya tewas dan empat lainnya terluka setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat pintu masuk Rumah Sakit Pemerintah Jenin.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi salah satu pria yang terbunuh adalah Rabee’ al-Nursi, 19, dan Mahmoud Sbu al-Hija, yang keduanya meninggal karena luka yang mereka alami setelah ditembak.
Masyarakat Bulan Sabit Merah menggambarkan empat warga Palestina yang terluka berada dalam kondisi serius.
Saksi mata di Jenin mengatakan sekitar 30 kendaraan bersenjata dan buldoser Israel menyerbu kota tersebut dan dikerahkan ke beberapa lingkungan berbeda di pinggiran kamp pengungsi.
Sumber: Middle East Eye
Editor: Hasan M
















































