INTIP24NEWS | JAKARTA – Tsunami Covid-19 di India membuat Dokter di India mengirimkan pesan SOS (Save Our Souls) kepada dunia. Sistem kesehatan mencapai titik nadir. Ini terjadi bukan di daerah atau pedalaman, tapi di Ibu kota Delhi.
Selain kehabisan oksigen, ICU di India juga mulai penuh dan nyaris semua ventilator digunakan. Upacara kremasi jenazah sudah tak dilakukan lagi di krematorium, melainkan di lapangan terbuka.
Negara-negara barat tengah mengirim bantuan. Perusahaan-perusahaan China pun turut berusaha memenuhi pesanan oksigen ke India.
Pakar kesehatan Krishna Udayakumar dari Duke Global Health Innovation Center berkata kondisi India tidak mungkin bisa bertahan dalam beberapa hari ke depan apabila situasi tidak membaik.
“Situasi di India tragis dan kemungkinan akan semakin parah dalam beberapa minggu hingga bulan,” ujar Udayakumar. Ia lantas meminta adanya aksi global untuk membantu India di momen krisis ini.
Keadaan ini disebabkan pada akhir Maret lalu, India sudah melonggarkan protokol COVID-19. Ada jutaan orang mengikuti festival Holi di seluruh penjuru negeri.
Aturan social distancing dan masker pun diabaikan. Tak hanya itu, politisi mulai menggelar kampanye akbar dengan puluhan ribu peserta. Protokol kesehatan juga diabaikan.
Jutaan orang juga ikut berkumpul di Sungai Ganga untuk berdoa. Acara-acara itu dicurigai mempercepat lonjakan kasus COVID-19 di India.
Sebelumnya dilaporkan, krisis COVID-19 di India semakin parah. Pasien-pasien meninggal di pinggir jalan karena rumah sakit penuh. Warga yang butuh oksigen juga harus menunggu berjam-jam di depan rumah sakit.
Peristiwa itu tidak terjadi di pedalaman, melainkan di ibu kota Delhi. Pasien terus datang ke rumah sakit yang sudah penuh. Pasien tidak datang dengan ambulans, melainkan naik bajaj, tanpa alat bantu medis. Walau pasien itu sudah sulit berjalan, ia tetap disuruh mencari rumah sakit lain karena tak ada tempat.
Seorang wanita muda berteriak-teriak frustrasi karena ibunya yang sekarat tidak mendapat tempat di rumah sakit. “Rumah sakit ini tidak berguna!” jeritnya.
Tak sedikit keluarga pasien yang emosional dan menangis karena keluarganya tak tertolong di depan rumah sakit. Pasokan oksigen sulit didapatkan dan staf rumah sakit tidak bisa berbuat banyak.
Jumlah kasus COVID-19 di India sudah tembus 17 juta kasus berdasarkan data Johns Hopkins University.
















































