Pemerintah Tiongkok merilis kebijakan luar negeri dalam upaya mempengaruhi arah tatanan dunia yang tengah berkembang ke situasi persaingan multipolar di mana Tiongkok menjadi aktor yang dapat menentukan.
Buku putih Tiongkok yang baru dirilis mengenai pengendalian senjata, perlucutan senjata, dan nonproliferasi muncul pada saat terjadi perubahan yang mendasar ini.
Dokumen itu dirilis bukan hanya sebagai kemajuan teknis, namun juga sebagai langkah politik strategis Tiongkok meski dikemas dengan balutan kerja sama kemitraan global.
Tiongkok menetapkan prinsip-prinsipnya sendiri mengenai pengendalian senjata di abad ke-21, berupaya untuk membenarkan arah kebijakan yang ada saat ini dan membentuk ekspektasi internasional di masa depan.
Kebijakan stategis Tiongkok ini memadukan tema-tema nuklir konvensional dengan visi keamanan yang terintegrasi, mencakup luar angkasa, dunia maya, kecerdasan buatan (AI) dan cabang-cabang teknologi yang mendukung pengendalian konflik di masa depan.
Selama ini, Amerika Serikat telah menekan Tiongkok untuk bergabung dalam perundingan trilateral (tiga negara) mengenai pengendalian senjata dengan AS dan Rusia, dengan alasan bahwa perluasan kemampuan Tiongkok akan mengganggu stabilitas keseimbangan strategis kecuali jika dilakukan dalam bentuk kendala yang dapat diverifikasi.
Presiden AS Donald Trump menjadikan hal ini sebagai tuntutan utama, dan menegaskan bahwa perjanjian nuklir di masa depan tidak akan lengkap tanpa adanya Tiongkok di meja perundingan.
Beijing langsung menolak gagasan tersebut dan menyebutnya “tidak adil, tidak masuk akal, dan tidak praktis.” Secara rinci argumen ini jelas bergema di buku putih baru.
Dokumen tersebut secara sistematis menguraikan kembali alasan mengapa Tiongkok percaya bahwa mereka tidak boleh diperlakukan sebagai pesaing bagi dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Perjanjian ini menekankan “pencegahan minimum”, “tidak boleh digunakan terlebih dahulu”, dan “pengendalian maksimal” dalam jumlah persenjataan, posisi yang telah dinyatakan oleh Tiongkok selama beberapa dekade, dan kini diterapkan dengan semangat baru.





















































