Waduh! Buntut Tragedi Sukolilo, Sejumlah Tempat Berubah Nama di Google Maps

PATI | INTIP24 News -Sejumlah titik Google Maps di wilayah Kecamatan Sukolilo, terutama Desa Sumbersoko, berubah nama usai kasus pengeroyokan yang menewaskan Burhanis (52), pengusaha rental mobil asal Jakarta, pada Kamis pekan lalu.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengaku kewalahan mengatasi aksi pengubahan sejumlah nama penanda Google Maps di wilayahnya.

Selain itu, aksi tersebut juga diduga buntut temuan banyaknya kendaraan bermotor tanpa dokumen alias bodong di wilayah Kecamatan Sukolilo dan sekitarnya.

Salah satu tempat yang namanya diubah di Google Maps, yakni SDN Sukolilo 02, yang sempat diganti menjadi SDN Sukomaling 02.

Bacaan Lainnya

Muncul juga penanda baru di peta wilayah Kecamatan Sukolilo dengan nama seperti “kampung maling”, “kampung penadah”, “kampung bandit”, dan sebagainya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto mengatakan, pihaknya telah mengamati fenomena tersebut dalam seminggu terakhir.

“Di Google Maps banyak penggunaan nama-nama yang provokatif. Hal ini menjadi atensi kami selama 7-8 hari ini,” kata Ratri kepada media, Rabu (19/6/2024).

Menurutnya, Diskominfo saat ini baru bisa menangani persoalan tersebut menggunakan fitur yang disediakan Google.

“Sebab, Google Maps itu tidak berada di bawah kendali Kominfo, melainkan platform yang dikelola oleh Google sesuai syarat dan ketentuan yang dibuat oleh Google,” ujar Ratri.

“Maka kami memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Google Maps agar penamaan-penamaan yang tidak sesuai tadi bisa disesuaikan kembali,” jelasnya.

Akan tetapi, dia mengakui bahwa langkah tersebut belum efektif lantaran pihak yang memperkeruh suasana dengan cara mendiskreditkan wilayah Sukolilo di Google Maps masih belum diketahui hingga saat ini.

Karena itu, Ratri berharap agar semua pihak lebih bijaksana dalam menggunakan Google Maps.

Pasalnya, banyak orang, baik dari dalam maupun luar Pati, yang mengandalkan aplikasi tersebut saat berpergian.

“Jangan sampai juga penamaan lokasi dengan nama-nama yang kurang pantas itu menimbulkan stigma yang tidak baik terhadap Kabupaten Pati secara umum dan Kecamatan Sukolilo khususnya,” ucap Ratri.

Dia menegaskan, Diskominfo Pati tetap bersimpati sedalam-dalamnya atas “Tragedi Sumbersoko”. Pihaknya, kata Ratri, juga mendukung proses hukum yang kini telah dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Namun, sesuai arahan Bapak Kapolda Jateng, jangan sampai kejadian tersebut memunculkan stigma negatif terhadap Pati, khususnya bagi wilayah Kecamatan Sukolilo,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Sukolilo, Andrik Sulaksono mengaku telah mengetahui adanya penamaan negatif di Google Maps untuk Kecamatan Sukolilo.

Andrik menyampaikan, pihaknya pun telah lapor kepada Diskominfo Pati agar tag negatif Kecamatan Sukolilo di Google Maps bisa diubah kembali.

“Dari kominfo sudah melakukan pengubahan tapi diubah lagi (oleh oknum),” ungkapnya.

Dia menyatakan, pihaknya juga mendukung operasi kendaraan bodong yang belum lama ini dilakukan polisi di wilayah Kecamatan Sukolilo dan sekitarnya.

“Sudah menjadi kewajiban kepolisian. Saya juga berharap warga Sukolilo dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian,” papar Andrik.

“Ke depan (warga) bisa menggunakan kendaraan yang legal atau resmi,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya, pihaknya pun mengimbau kepada netizen untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Dia meminta kepada warganet agar tidak mengganti nama-nama titik Google Maps di Sukolilo.

“Pada dasarnya, saya sampaikan kepada teman-teman agar menggunakan media sosial dengan arif,” tutur Andrik.

“Agar tidak merugikan masyarakat yang mempunyai kepentingan,” pungkasnya.





Pos terkait