771 dari Total 1.730 Tentara Ukraina Kembali Menyerah dari Kawasan Azovstal

INTIP24NEWS – Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada Kamis pagi, sebanyak 771 tentara Ukraina telah menyerah kepada personel Rusia di kawasan pabrik baja Azovstal, Mariupol selama 24 jam terakhir. Jumlah ini melengkapu tawanan dari kubu yang didominasi neo-Nazi hingga 1.730 sejak Senin lalu.

Azovstal sejauh ini telah berfungsi sebagai benteng terakhir pasukan Ukraina di kota pelabuhan utama Mariupol, yang diklaim oleh Republik Rakyat Donetsk (DPR) sebagai wilayahnya.

Menurut militer Rusia, para tahanan adalah “militan dari unit nasionalis Azov” dipindahkan ke lokasi di Novoazovsk dan Donetsk, dua kota yang dikuasai DPR.

Bantuan medis sedang diberikan kepada 80 pejuang Ukraina yang terluka, kata laporan itu.

Bacaan Lainnya

Penyerahan diri, yang diperintahkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan kemudian digambarkan sebagai evakuasi yang diduga terjadi berkat militer dan agen intelijen Ukraina, dipantau oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Organisasi bantuan memberikan gambaran singkat tentang keterlibatannya dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

ICRC mengatakan bahwa mereka mendaftarkan ratusan tawanan perang Ukraina (POW) di Azovstal dan prosesnya masih berlangsung.

“Organisasi tersebut menyusun daftar dan merekam data pribadi para tawanan untuk melacak mereka selama mereka tetap dalam tahanan agar membantu mereka tetap berhubungan dengan keluarga mereka”.ungkap ICRC.

Sebagai pengamat netral dalam masalah perang, ICRC mengungkapkan, bahwa mereka tetap melakukan dialog rahasia dengan pihak-pihak dalam konflik tentang kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional.”

Dalam utas terpisah di akun Twitter-nya, ICRC menekankan bahwa ia terikat oleh pembatasan tertentu tentang cara kerjanya, seperti tidak dapat bersaksi di pengadilan tentang kunjungan tahanan yang dilakukan atau untuk menuntut pihak yang menahan.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait