Oleh: Dr. Karin Kneissl
‘Banlieue‘, adalah sebutan untuk daerah pinggiran kota Prancis, pada tahun 1970 telah terjadi kerusuhan dan pembakaran. Terulang kembali 20 tahun kemudian, pada musim gugur 2005 bentrokan sangat keras antara perusuh dan polisi saat itu.
Peristiwa tersebut hampir mirip dengan yang terjadi Jumat minggu lalu.
Pada musim gugur 2005, dua pemuda asal Arab, tersengat listrik saat mencoba melarikan diri dari penangkapan oleh polisi Prancis. Pekan ini, dua petugas polisi yang menembak seorang remaja asal Aljazair ketika dia mencoba melarikan diri dengan mobil curian.
Peristiwa itu terekam dalam video dan menjadi viral di media sosial, mirip dengan kasus George Floyd di AS tiga tahun lalu, yang menyebabkan pemberontakan Black Lives Matter di seluruh dunia.
Pada jam-jam berikutnya, puluhan ribu laki-laki kebanyakan muda, banyak dari mereka di bawah umur, melakukan kerusuhan dan kekerasan di pinggiran kota Prancis, dari Nantes di utara ke Marseille di selatan.
Sejumlah mobil dibakar, gedung-gedung publik termasuk sekolah-sekolah diserang, toko-toko dijarah dan ratusan orang ditangkap.
Di beberapa tempat, para pelaku yang sebagian besar merupakan generasi ketiga dan keempat keturunan pendatang, bahkan disebut-sebut menggunakan senjata api untuk melecehkan warga yang sebagian besar tinggal di panti sosial.
















































