Medan, intip24news.com – Bencana banjir dan longsor di 11 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara hingga Rabu (26/11) telah menelan sedikitnya 24 korban jiwa, 43 warga mengalami luka-luka dan 5 lainnya masih dalam pencarian.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh curah hujan ekstrem yang terjadi hampir tanpa henti itu meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Pakpak Bharat dan Tapanuli Tengah.
Berdasarkan laporan terbaru Polda Sumut, dalam 3 hari tercatat 86 kejadian bencana hidrometeorologi. Rinciannya 59 tanah longsor, 21 banjir, 4 pohon tumbang dan 2 puting beliung. Diperkirakan jumlah korban masih bisa bertambah seiring pendataan lanjutan di lapangan.
Tim gabungan hingga kini masih mencari satu warga yang dilaporkan hilang. Di saat yang sama, akses jalan di sejumlah titik masih terganggu material longsor.
Kota Sibolga menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak akibat bencana hidrometeorologi Sumut. Sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga Tim SAR gabungan terus menyisir area longsor yang dinilai berpotensi longsor susulan. Wilayah perbukitan menjadi perhatian khusus petugas.
Di sejumlah titik banjir, tinggi genangan air masih mencapai sekitar 1 meter. Potensi longsor susulan juga dilaporkan di Tapanuli Utara, Humbahas, Pakpak Bharat dan Mandailing Natal.
Untuk penanganan darurat bencana hidrometeorologi, Polda Sumut mengerahkan 492 personel ke berbagai titik bencana. Personel tersebut terdiri atas 352 anggota Satbrimob, 121 personel Direktorat Samapta, 11 dari Bid Dokkes dan 8 personel Bid TIK. Mereka disebar ke wilayah dengan dampak terberat untuk mendukung operasi SAR.
Tugas utama personel di lapangan meliputi evakuasi warga terdampak dan pencarian korban hilang. Selain itu, polisi juga melakukan pengamanan lokasi bencana dan pengaturan lalu lintas di jalur yang tertutup material longsor. Pembersihan longsoran dan pembukaan akses jalan menjadi prioritas.
“Fokus kami adalah menyelamatkan warga, melakukan evakuasi, dan membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Polri hadir sepenuh hati untuk masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan dikutip media, Rabu (26/11/2025).
Dia menegaskan seluruh jajaran bekerja maksimal membantu masyarakat. Sinergi antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah dan relawan menjadi kunci percepatan penanganan bencana hidrometeorologi Sumut.
Posko darurat, posko kesehatan dan pusat informasi telah didirikan di sejumlah titik. Upaya perbaikan infrastruktur serta pembersihan material longsor di jalur utama juga terus digenjot.
Mengingat kondisi cuaca masih labil, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan di kawasan lereng, bantaran sungai dan daerah rawan longsor. Kombes Ferry mengimbau warga mengikuti arahan petugas terkait potensi bencana susulan. Seluruh personel dipastikan siaga 24 jam di lapangan.
Polda Sumut juga membuka kanal informasi bagi warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kondisi darurat di wilayahnya.
Penanganan Bencana Hidrometeorologi Sumut diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi sehingga risiko korban jiwa dan kerusakan dapat ditekan.


















































