Gempa M7,1 Guncang Sulawesi Utara, BMKG: Gempa Dangkal Tak Berpotensi Tsunami

JAKARTA | INTIP24 News – Gempa M7,1 mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (10/1/2026) pukul 21.58 WIB. Pusat gempa dangkal ini berada pada kedalaman 17 kilometer.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, episenter gempa bumi berlokasi pada titik koordinat 3,64 Lintang Utara (LU) dan 126,98 Bujur Timur (BT) atau berada di laut 52 km tenggara Melonguane.

“Pusat gempa berada di laut 52 km tenggara Melonguane,” tulis BMKG dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Gempa M7,1 Guncang Sulawesi Utara, BMKG: Gempa Dangkal Tak Berpotensi Tsunami

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono kemudian menjelaskan, gempa tektonik yang terjadi pada pukul 21.58.25 WIB di wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,76° LU ; 126,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 40 km arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara pada kedalaman 31 km.

Bacaan Lainnya

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal),” katanya dalam keterangan resmi yang dimuat media.

“Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tobelo, Sitaro dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), daerah Morotai dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), daerah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung dengan skala intensitas II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

“Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Dan Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” kata Daryono.

Ditambahkan, hingga pukul 22.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,6.

“Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tobelo, Sitaro dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), daerah Morotai dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), daerah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung dengan skala intensitas II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Dan Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” kata Daryono.

Ditambahkan, hingga pukul 22.20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,6.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ucap Daryono.





Pos terkait