SERANG|INTIP24News.com — Pemerintah Provinsi Banten bergerak cepat menanggapi banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Serang.
Gubernur Banten Andra Soni memimpin rapat koordinasi khusus untuk memastikan penanganan banjir berlangsung cepat, terpadu, dan tanpa saling lempar kewenangan.
Rapat dihadiri para pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah kabupaten, kota, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pada Sabtu ( 20/12/2025 ).
Gubernur menegaskan banjir tidak boleh menjadi rutinitas tahunan yang terus berulang, sehingga perlu ada langkah konkret dan kolaboratif di lapangan.
“Fokus utama saat ini adalah penanganan darurat agar dampak banjir segera berkurang, terutama di titik‑titik rawan.
Untuk itu, alat berat mulai diturunkan sejak malam hari hingga pagi, bekerja di lokasi‑lokasi kritis.” Ujar Andra.
Ditambahkannya, Penanganan sungai dilakukan secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir, dengan tujuan mencegah banjir berulang.
“BBWS sudah menurunkan ekskavator, pompa mobile, bronjong, dan geobag untuk memperbaiki tanggul yang jebol, sebagai bagian dari langkah penanggulangan teknis.” Tandasnya.
Menurut Gubernur, Pemprov Banten juga menyiapkan lima posko siaga bencana dengan total 760 personel yang tersebar di berbagai wilayah, sebagai bentuk kesiapsiagaan dan dukungan logistik.
“Koordinasi ini bertujuan agar warga segera merasakan dampak nyata di lapangan, bukan sekadar janji, tetapi tindakan yang terukur dan terintegrasi.” Tambahnya.
Dalam imbauannya, masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta melaporkan kondisi darurat melalui pemerintah setempat atau posko siaga terdekat.
Langkah ini sejalan dengan upaya aparat gabungan di wilayah Serang yang sebelumnya juga fokus pada evakuasi, pengamanan, dan layanan bagi warga terdampak, sebagaimana dilaporkan pihak berwenang regional.
( Red- FBPB )
















































