Militer Israel belum mengomentari serangan udara hari Minggu tersebut, dan biasanya tetap diam mengenai operasinya di langit Suriah.
Pesawat-pesawat Israel telah melakukan misi semi-sering di Suriah sejak perang dengan Hamas dimulai pada tanggal 7 Oktober, menyerang bandara dan lokasi yang diduga digunakan oleh kelompok milisi yang berpihak pada Iran.
Sebelumya, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada komandan sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, pemimpin Pasukan Quds Esmail Qaani menyatakan bahwa Teheran dan sekutunya “tidak akan membiarkan musuh brutal ini dan mereka yang berdiri di belakangnya menaklukkan Gaza dan aksi heroiknya.”
“Kami akan melakukan apa pun dalam pertempuran bersejarah ini,” kata Qaani, seraya menambahkan bahwa Hamas telah “membuktikan kepada semua orang bahwa perlawanan di Gaza mampu berinisiatif dan berinovasi, sambil mempertahankan kemampuan organisasi dan lapangannya.”
Diterbitkan pada hari Kamis oleh Kantor Berita Republik Islam (IRNA) surat Qaani muncul sehari setelah Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memberi tahu Hamas bahwa negaranya tidak akan terlibat langsung dalam perang Gaza.
Khamenei dilaporkan menyatakan kembali “dukungan politik dan moral” Iran yang telah lama diberikan kepada Hamas, namun mengesampingkan intervensi militer.
Namun sebelumnya pada hari Kamis, pejabat tinggi Hamas Osama Hamdan menepis berita Reuters, dan mengatakan kepada IRNA: “Bukannya memberikan informasi, kantor berita ini malah menerbitkan kebohongan yang tidak berguna.”
Ia menambahkan bahwa laporan semacam itu dimaksudkan untuk merusak citra Hamas dan sekutunya di “poros perlawanan” yaitu jaringan kelompok milisi yang didukung Iran di Irak, Suriah, Lebanon, dan Gaza.


















































