Maksimalkan Budaya Lokal, Pemprov Banten Bidik Pasar Global Lewat Sektor Kreatif

TANGERANG|INTIP24News.com – Pemerintah Provinsi Banten terus mematangkan langkah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) berbasis kekayaan budaya daerah.

Guna merealisasikan target tersebut, sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga media (kolaborasi pentahelix) menjadi kunci utama.

Komitmen ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, saat menghadiri pembukaan ajang Ide.Ind 2026 di Main Atrium AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).

Acara tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Barekraf) RI ini berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2026, dan dibuka langsung oleh Menekraf Teuku Riefky Harsya.

Bacaan Lainnya

Dimyati mengungkapkan bahwa Banten memiliki modal besar berupa warisan budaya yang menjadi sumber kreativitas tanpa batas. Ia mencontohkan potensi besar di sektor fesyen seperti batik Banten dan tenun Baduy, kerajinan gerabah Bumijaya, kuliner legendaris seperti sate bandeng dan rabeg, hingga seni pertunjukan tradisional.

“Melalui Ide.Ind 2026, saya berharap para kreator kita mampu mengolah kearifan lokal menjadi produk modern yang berdaya saing tinggi tanpa kehilangan identitas asli Banten. Kita ingin lahir jenama lokal yang membanggakan di tingkat nasional maupun global,” ujar Dimyati.

Ia menilai Ide.Ind 2026, yang mengurasi produk dari 21 subsektor ekraf, menjadi momentum emas bagi merek-merek lokal Banten untuk naik kelas. Berbeda dengan sumber daya alam yang bisa habis, Dimyati menekankan bahwa industri kreatif akan terus tumbuh tanpa batas mengikuti perkembangan zaman.

Untuk mendukung keberlanjutan sektor ini, Pemprov Banten telah menjalankan berbagai program konkret. Di antaranya sukses menggelar Banten Creative Fest Ramadan 2026 yang melibatkan lebih dari 80 jenama fesyen dan 50 gerai kuliner.

Selain itu, pembinaan terstruktur juga terus berjalan lewat Program Jawara UMKM serta optimalisasi peran koperasi sebagai jalur pemasaran.Tidak hanya fokus pada produksi dan pasar, Wagub Banten juga mendorong para pelaku ekraf untuk sadar akan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Menurutnya, HAKI merupakan pelindung sekaligus aset bernilai yang dapat dijadikan jaminan pembiayaan di masa depan.

Di tempat yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi konsistensi Pemprov Banten dalam membangun sektor ekraf yang berkualitas. Riefky menjelaskan, Ide.Ind 2026 dihadirkan sebagai jembatan bagi para pelaku kreatif daerah agar mampu melakukan ekspansi bisnis yang lebih luas.

“Target kami jelas, mendorong para local hero (pahlawan lokal) agar bisa go national, dan membawa para national champion untuk bisa go global,” tutur Menekraf menutup penjelasannya.

( Red- RLS)

Pos terkait