Militer China Menggelar Simulasi Serangan Masif ke Taiwan

INTIP24NEWS.COM – Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menggelar simulasi penyerangan secara masif di dekat wilayah Taiwan. Simulasi serangan yang melibatkan kapal induk sebagai tanggapan atas perjalanan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke AS.

Media pemerintah China melaporkan pada hari Minggu, manuver tentara PLA yang disebut dengan ‘United Sharp Sword’ juga melibatkan 45 pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pengintai, dan drone, dan menyeberang ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan sembilan kapal angkatan laut dan 71 pesawat tempur telah terdeteksi di dekat pulau itu pada Minggu pagi.

Ia menambahkan bahwa 45 pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pengintai, dan drone, menyeberang ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) pulau itu.

Bacaan Lainnya

Pesawat patroli Taiwan sendiri, serta kapal Angkatan Laut dan sistem rudal darat, diaktifkan untuk “menanggapi [untuk] kegiatan ini,” kata kementerian tersebut.

Kolonel Senior Shi Yi, juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), mengatakan pada hari Sabtu bahwa kapal dan pesawat terbang “mengepung” Taiwan sebagai bagian dari latihan.

Shi menggambarkan latihan itu sebagai peringatan “melawan kolusi antara pasukan separatis yang mencari ‘kemerdekaan Taiwan’ dan kekuatan eksternal dan melawan aktivitas provokatif mereka.”

Beijing memandang Taiwan, yang telah membentuk pemerintah terpisah sejak akhir 1940-an, sebagai wilayah kedaulatannya, dan menentang segala bentuk pengakuan diplomatik terhadap otoritas Taipei.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagai bagian dari tur 10 harinya di Amerika Tengah dan Utara, Presiden Taiwan Tsai bertemu dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy, yang berjanji akan terus mendukung Taipei.

“Saya percaya ikatan kita lebih kuat sekarang daripada kapan pun atau kapan pun dalam hidup saya,” kata anggota Kongres dari Partai Republik itu.

Pertemuan Tsai dengan McCarthy pada hari Rabu menandai kedua kalinya dia bertemu dengan seorang ketua DPR AS dalam waktu kurang dari setahun.

Kunjungan pendahulu McCarthy, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada Agustus mendorong Beijing untuk menggelar latihan terbesarnya di Selat Taiwan.

Sumber: RTNews
Editor: Hasan M

Pos terkait