INTIP24NEWS | SERANG – Menyikapi maraknya kasus korupsi serta pengunduran diri massal para pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Sekretaris Jenderal Dewan Persaudaraan Nasional Solidaritas Merah Putih (DPN SOLMET), Kamaludin menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang berkembang di kalangan birokrasi di Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Kamaludin, kondisi ini terjadi karena ketidakmampuan seorang Sekda dalam mengorganisir para ASN di lingkungan Pemprop Banten,”andai mata dan telinganya Gubernur tajam, hal ini sepatutnya tidak akan terjadi, karena berbagai komentar miring terkait kebijakan Sekda yang selalu membuat gaduh ini seringkali terdengar, namun berkali-kali Gubernur selalu membentenginya, bahkan kalimat-kalimat yang tersampaikan, selalu dibantah dengan argumentasi bahwasannya semua itu lebih kepada kalimat subyektif,”ujar Kamlaudin sambil mengungkapkan bahwa akhirnya sekarang terbukti.
Ditegaskan nya, dalam waktu dekat organisasinya mendukung apa yang telah dilakukan oleh Presidium NGO Banten dan akan kembali datangi Kemendagri dan Mensesneg untuk mempertanyakan terkait laporan yang telah disampaikan terdahulu mengenai permintaan agar segera mengevaluasi Sekda Banten dan mencopotnya dari Jabatannya.
“Sampai ada yang menyampaikan ke saya, runmor yang berkembang katanya di balik seorang Sekda Banten, ada kekuatan elite politik yang membentenginya, untuk itu, saya semakin ingin tahu kebenaran informasi tersebut dan kami dari organisasi Solmet yang notabene merupakan Relawan jokowi berusaha menelusuri informasi ini, siapapun yang salah, akan kami hadapi dan lawan,”ujar Kamaludin.
Lebih tegas Kamal menyatakan, sebelum berlarut-larut dan semakin tenggelam kondisi birokrasi di Pemprop Banten, sebaiknya Gubernur ambil sikap atau Sekda dengan legowo menyatakan pengunduran dirinya.
“coba punya rasa malu sih, masa sudah kondisi carut marut begini masih saja bertahan dengan argumentasi-argumentasi sekedar penghias dan pemanis di media massa saja,”ujar Kamaludin.
Disisi lain, jangan karena dalil pandemi ini, rekan-rekan pergerakan dibatasi dalam konteks orientasi lapangan, jadi kritik yang disampaikan oleh rekan-rekan pergerakan seperti angin lalu, tapi kalau kondisi begini terus bisa jadi akumulasi kekesalan rekan-rekan aktivis di Banten bisa sampai klimaksnya,
“saya sekedar mengingatkan Sekda, dan Sekda harus paham kondisi karakter sosial-budaya di Banten yang sebenarnya,”tegas Kamaludin. (TLB / DD )


























































