Kota Serang | INTIP24NEWS.COM – Karena masih minimnya masyarakat yang ikut serta berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah. Pattiro Banten bekerjasama dengan Dompet Duafa menggelar Sekolah Aktivis Muda Banten 2023 yang diselenggarakan di Hotel Le Semar pada Selasa-Kamis, 12-14 Desember 2023.
Deputi Direktur Pattiro Banten, Amin Rohani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut karena masih minimnya partisipasi masyarakat pada pembangunan daerah.
“Tujuan sekolah aktivis muda Banten ini memang karena minimnya kontribusi-kontribusi masyarakat sipil untuk berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan, atau pembangunan daerah,” ujarnya, Rabu (13/12)
Selain itu, kegiatan tersebut juga diselenggarakan karena pihaknya melihat ruang-ruang pemerintah daerah yang masih sulit untuk berinteraksi dengan masyarakat sipil.
“Sehingga kita coba membuat sekolah aktivis muda ini tujuannya adalah memberikan pemahaman bagaimana kita berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan memberikan rekomendasi-rekomendasi yang berbasis bukti. Khususnya kepada anak-anak muda di Banten,” tuturnya.

Menurutnya, bonus demografi di Banten ada di anak muda. Sehingga, anak muda ini diberikan wawasan pengetahuan dan bisa menjadi teman kritis bagi pemerintah daerah dalam memberikan kebijakan yang partisipatif.
“Harapannya peserta-peserta ini bisa berkolaborasi dari hasil rekomendasi itu, sehingga pemerintah daerah juga mungkin welcome terhadap rekomendasi yang akan diberikan,” ucapnya.
Dirinya menuturkan, rekomendasi berbasis bukti ini untuk meningkatkan pelayanan publik. Lalu masalah-masalah yang ada di masyarakat pun ke depan bisa disampaikan melalui teman-teman aktivis ke pemerintah daerah.
“Pemda juga bisa merespon rekomendasi-rekomendasi dari anak muda ini yang memang lahir dan besar di Banten. Jadi mereka mengetahui titik permasalahan mereka sendiri. Rekomedasi apa yang harus dilakukan,” tandasnya.
Sementara itu, Grasia Cantika peserta asal UIN SMH Banten memberikan kesan positif atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap para aktivis muda bisa lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar.
“MasyaAllah senang sekali bisa satu forum dengan orang-orang hebat, di forum yang tentunya hebat juga. Semoga teman-teman aktivis muda Banten bisa lebih bermanfaat untuk sekitar,” ujarnya.
Senada dengan Grasi, Dapid Nur salah seorang peserta asal kampus Untirta merasa kegiatan tersebut sangat menarik dan berkesan.
“Kegiatan sekolah aktivis muda sangat menarik dan berkesan. Saya dapat berjumpa dengan para aktivis membahas berbagai problematika sosial yang ada, serta mencari solusi untuk bersama-sama membuat perubahan positif di Banten,” tuturnya.
Dapid juga menilai kegiatan tersebut dapat menstimulus dan memperkuat paradigma anak muda untuk berkontribusi memajukan Provinsi Banten.
“Saya juga berjumpa dengan para pemateri yang sangat hebat yang dapat menstimulus dan memperkuat paradigma mengenai anak muda agar dapat berkontribusi memajukan provinsi Banten,” tutupnya.


























































