Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, LMP Banten Soroti Proyek di Lingkungan Pemprov Banten

Kota Serang | INTIP24NEWS.COM – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2023 Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Banten berlangsung meriah. Rangkaian acara diisi dengan orasi para ketua Marcab dan aktivis Banten serta musik anti korupsi, dilaksanakan di halaman Markas Daerah LMP Banten di lingkungan KP3B, Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten pada Rabu (14/12/2023).

Adung Lee ketua harian LMP Banten, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dilaksanakan sebagai agenda rutin tahunan dalam rangka memfasilitasi dan mengingatkan para aktivis anti korupsi di Banten bahwa korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan, karena dengan tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme negara dan rakyat sangat dirugikan sehingga mengancam eksistensi suatu negara dan bangsa di dunia. 

“Acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini akan kita jadikan agenda rutin LMP Banten, untuk memfasilitasi dan mengingatkan para aktivis Banten agar jangan lengah untuk terus memantau dan menjadi social control terhadap pelaksanaan pembangunan di tanah Jawara ini,” ujarnya. 

Dalam kesempatan ramah tamah, ketua LMP Banten Wawan Susanto menyoroti pelaksanaan pembangunan di lingkungan Pemprov Banten. Seperti pembangunan gedung RSUD Banten yang sampai tanggal 14 Desember 2023 terlihat baru mencapai 70 persen, akankah selesai pembangunannya sampai 25 Desember. Menurutnya tentu sangat mustahil terjadi, dan ini harus menjadi evaluasi serta catatan penting bagi para aktivis di Banten.

Bacaan Lainnya

“Kita lihat pembangunan gedung di RSUD Banten yang mustahil selesai sampai akhir tahun ini. 

Mengapa bisa terjadi demikian? Ini yang harus menjadi catatan bagi kita para aktivis di Banten,” ungkapnya. 

Ditambahkan Wawan, masih ada yang perlu dipertanyakan yaitu pembangunan atau rehab masjid di RSUD Banten senilai Rp 500 juta yang juga belum selesai. 

“Yang kita soroti adalah nilai rehab sebesar Rp 500 juta dan belum selesai sampai hari ke 14 di bulan Desember ini,” ujarnya.

Sementara proyek lain yang menjadi catatan LMP Banten adalah pembangunan halte di sepanjang jalan Syaikh Nawawi antara Boru dan Palima. 

“Atas dasar apa pembangunan halte tersebut dilaksanakan? Sedangkan tidak ada jalur dan trayek angkutan umum dari dan ke Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B),” tandasnya.

Poin terakhir yang disoroti adalah 

persoalan carut marut pengadaan barang jasa dan anggaran stunting di Dinas DP3AKD Banten.

“LMP Banten juga akan menyikapi carut marut pengadaan barang jasa dan anggaran stunting di  DP3AKD dengan anggaran yang lumayan besar, kita akan pertanyakan seperti apa penggunaannya,” pungkas Wawan. 

Acara Peringatan Hari Anti Korupsi di Markas Daerah LMP Banten ini diawali dengan menyanyikan Lagu  Indonesia Raya dan Mars Laskar Merah Putih. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Markas Daerah Agus Sutrisna Wilis, para Wakil Ketua Qiwong dan Ali Sumarna serta para ketua Marcab LMP se-Provinsi Banten beserta jajarannya.

Pos terkait