JAKARTA | INTIP24 News – Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.
Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan visioner dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia.
Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kelompok masyarakat ini seringkali menghadapi hambatan besar dalam menjangkau layanan pendidikan formal yang memadai.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan program ini secara langsung, didampingi oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih berlokasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin 12 Januari 2026.
Kehadiran beliau menegaskan prioritas pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya telah menyampaikan harapan besar akan kehadiran Presiden untuk meresmikan program penting ini.
Peluncuran ini menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah konkret dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Dengan pendidikan yang lebih baik, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dan memutus rantai kemiskinan.
Sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat rintisan telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.
Distribusi ini mencakup 35 lokasi di Sumatera, 70 lokasi di Jawa, 7 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, 13 lokasi di Kalimantan, 28 lokasi di Sulawesi, 7 lokasi di Maluku, dan 6 lokasi di Papua. Penyebaran ini menunjukkan upaya serius untuk mencapai pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah aktif mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat, memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan pendidikan. Pemerintah menargetkan pembukaan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada tahun 2029, sebuah target ambisius untuk meningkatkan daya tampung pendidikan.
Peningkatan daya tampung ini akan difokuskan pada anak-anak dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah, sesuai dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dengan demikian, program ini akan secara tepat sasaran membantu mereka yang paling membutuhkan. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, ya SD, SMP, SMA. Jumlahnya tergantung gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, berdasarkan data terakhir yang diterima pada tahun ini direncanakan mulai membangun 104 gedung permanen Sekolah Rakyat yang pelaksanaannya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen itu tersebar di hampir seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), salah satunya di Anambas, Kepulauan Riau.
Setiap Sekolah Rakyat permanen itu, kata dia, dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa dengan daya tampung sekitar 300 siswa baru per tahun untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Dengan 100 sekolah yang akan segera beroperasi maka Kemensos memperkirakan dapat menerima sekitar 30 ribu siswa baru per tahun, ditambah sekitar 15 ribu siswa dari unit yang telah berjalan, sehingga total penerimaan siswa Sekolah Rakyat tahun ini diperkirakan mencapai 45 ribu orang.
“Pada tahun berikutnya, 2027, kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi,” jelasnya.
Editor: Hasan Munawar



















































