Serangan Teror Bom di Kerman Tewaskan 95 Orang, Iran Tuduh Mossad Otak Serangan

Sementara pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan di Washington bahwa ledakan tersebut tampaknya mewakili “serangan teroris” seperti yang dilakukan di masa lalu oleh militan ISIS.

Rekaman video pasca kejadian yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang yang terluka di lokasi kejadian ditangani oleh petugas medis dan dipindahkan dengan tandu.

“Tim tanggap cepat kami sedang mengevakuasi korban cedera,” kata Reza Fallah, kepala kelompok kemanusiaan Bulan Sabit Merah Kerman, kepada televisi Iran, dikutip Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa operasi penyelamatan terhambat oleh jumlah massa yang memadati jalan.

Soleimani adalah seorang tokoh yang dihormati di Iran, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS yang disetujui oleh mantan Presiden AS Donald Trump di Bagdad, Irak pada 3 Januari 2020. Trump kemudian mengatakan bahwa ia telah memerintahkan operasi militer AS sebagai tanggapan atas informasi intelejen bahwa Soleimani merencanakan serangan dalam waktu dekat terhadap pasukan AS di ibu kota Irak.

Bacaan Lainnya

Insiden di Kerman terjadi satu hari setelah tokoh senior Hamas, Saleh al-Arouri, tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Lebanon.

Iran mengutuk serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu berpotensi menyulut gelombang perlawanan dan motivasi untuk berperang melawan AS dan Israel.

Ledakan tersebut dilaporkan terjadi dalam rentang waktu sekitar sepuluh hingga 15 menit.

Yang pertama terjadi sekitar 700 meter (kurang dari setengah mil) dari makam Soleimani di pemakaman Golzar Shohada di Kerman. Yang kedua berjarak sekitar satu kilometer (0,6 mil), kata Guardian. 

Pemakaman, atau dikenal sebagai Taman Para Martir, adalah tempat peristirahatan lebih dari 1.000 orang yang dianggap sebagai martir.

Pos terkait