SERANG| INTIP24NEWS.COM – Karena tidak mendapat respon positif, pentolan Forum Ormas Kecamatan Petir kembali akan melakukan aksi unjuk rasa di perusahaan Peternakan Felicia di Kp. Sumampir, Desa Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Hal ini disampaikan Pentolan Ormas yang tergabung dalam Forum Ormas Kecamatan Petir kepada Media , pada Rabu (13/12/2023).
Menurut Ahmadi Zaeni, Ketua Ormas LMPI (Laskar Merah Putih Indonesia) Markas Cabang Kabupaten Serang , Pihaknya kecewa karena hampir satu bulan belum ada tanggapan yang berarti bagi Forum Ormas terutama Ormas LMPI yang dipimpinnya.
“Iya sampai hari ini kita belum dapat informasi apapun terkait janji Perusahaan Peternakan ayam itu untuk memberikan penjelasan atas berbagai isu dan tuntutan yang diajukan oleh Forum Ormas pada waktu aksi beberapa Minggu yang lalu.” ujar Jimi, panggilan akrab Ahmadi Zaeni.
Ditambahkan Jimi, jika sampai Minggu ini tidak ada kejelasan, pihaknya terpaksa akan turun kembali untuk lakukan Aksi Unjuk rasa , dengan tuntutan yang lebih tajam.
“Tiga tuntutan yang akan kami pertajam, Pertama, terkait Kasus dugaan penganiayaan , kita akan meminta pihak polisi agar segera memeriksa pihak pihak yang kemungkinan terlibat sesuai keterangan manajer perusahaan tersebut saat audiensi.”
“Kedua, kita akan pertanyakan langkah perusahaan untuk mengevaluasi pemberian dana CSR yang selama ini diberikan melalui oknum Kepala Desa , menjadi langsung disalurkan kepada masyarakat dan kalau perlu perusahaan segera mengambil kembali dana yang telah diberikan kepada oknum kepala desa tersebut.”
“Ketiga, kita akan pertanyakan pembayaran pajak oleh pihak perusahaan , karena dengan operasi perusahaan yang sudah berlangsung lama namun nama perusahaan seperti berganti ganti , bahkan infonya baru keluar izin OSS nya , bagaimana mereka membayar pajak.?
Tiga poin ini yang akan kami pertanyakan karena memiliki dugaan ada undur pidananya.” Ungkapnya.
Di tempat yang sama , Deden Wahyudi, Ketua MAC LMPI Petir siap mengerahkan massa untuk melakukan aksi demo pada perusahaan perternakan ayam tersebut.
“Kita siap untuk melakukan aksi lagi , karena pihak perusahaan kurang merespon dan tidak menghargai kami dari Ormas LMPI.” Tegasnya.
Namun keterangan berbeda disampaikan Asep Rohmatul Fitri, Koorlap Aksi atau biasa disebut Asep Qinoy.
Menurutnya pihak perusahaan sebenarnya sudah memberikan kompensasi kepada warga pengunjuk rasa dan ormas.
Namun entah mengapa, kemungkinan dana tersebut tidak tersalurkan.
“Sebenarnya pihak peternakan sudah memberikan sejumlah dana kepada perwakilan Forum Ormas, namun kayaknya dana kompensasi itu tidak tersalurkan atau belum disalurkan, saya juga bingung mengapa bisa terjadi demikian.” Kata Qinoy.
Hal senada disampaikan oleh Nurhamzah , Ketua Yabpeknas Banten. Menurutnya , dana Kompensasi itu besarnya Rp10 juta , dia terima Rp5 juta. Separuhnya diberikan kepada Salah satu pimpinan ormas yang tergabung dalam Forum Ormas.
” Iya memang perusahaan sudah memberikan kompensasi senilai Rp10 juta , dan saya hanya menerima Rp5juta, separuhnya diberikan kepada salah seorang pimpinan ormas mewakili mereka.” Pungkasnya. (WS/TLS)





















































