2 Heli BNPB Masih Berjibaku Padamkan Api, Warga Dihimbau Hindari Paparan Asap TPA Jatiwaringin

Tangerang, intip24news.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai padam dan terkendali pada hari keempat, Jumat, 3 Juli 2026.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan mengatakan bahwa memasuki hari keempat operasi pengendalian kedaruratan di TPA Jatiwaringin, pengoptimalan dua helikopter water bombing masih dilakukan untuk mempercepat pemadaman.

“Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk memaksimalkan pengendalian kebakaran ini pihaknya juga telah mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh unit pembom air.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu mempercepat upaya pemadaman kebakaran.

“Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni,” kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan di Tangerang, Jumat, 3 Juli 2026 dikutip Antara.

Menurut dia, keterlibatan Manggala Agni sangat dibutuhkan karena karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran biasa. Pasalnya, api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyala di dalam timbunan sampah yang memiliki ketinggian hingga 30 meter.

“Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan,” tutur dia.

Personel yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di berbagai daerah, seperti Makassar, Palembang, dan Jawa Barat. Saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dan udara menggunakan helikopter water bombing.

“Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni,” kata dia.

Himbauan untuk warga sekitar TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, agar menghindari paparan asap kebakaran dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker.

Himbauan disampaikan Deputi Bidang PPKLH KLH, Rasio Ridho Sani.

Rasio Ridho menyebut, kualitas udara di sekitar lokasi memburuk akibat konsentrasi partikulat halus yang sangat tinggi.

“Kami sampaikan tentu pada masyarakat yang berada di lokasi sekitar sini agar tetap menggunakan alat pelindung diri, termasuk menggunakan masker agar dampak pada kesehatan mereka bisa tertangani. Ini langkah-langkah kita sekarang,” jelas Rasio dikutip @aboutng di akun X nya, Jumat (3/7/2026)

Berdasarkan pemantauan KLH, paparan PM2.5 mencapai sekitar 1.000, jauh di atas baku mutu harian nasional 55. Sementara PM10 mencapai 750, dari baku mutu ideal 75.

KLH juga mengukur parameter NOx dan SOx karena material yang terbakar di TPA termasuk plastik dan sampah lainnya yang berdampak pada kesehatan.

“Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan,” ujar Rasio.

Rasio menyebut polusi udara dari kebakaran TPA Jatiwaringin lebih berbahaya karena timbunan sampah yang terbakar mengandung biomassa, gas metana, plastik, dan material lain.

“Karena dampak kualitas udaranya, pertama dia ada biomassa ada gas metannya kemudian kan ada plastik dan sebagainya,” tutur Rasio.

Warga yang tidak berkepentingan diimbau tidak mendekat ke lokasi kebakaran karena paparan asap berisiko mengganggu kesehatan, terutama memicu ISPA.

Pos terkait