Aksesi Ukraina ke Dalam NATO Dapat Seret Perang Nuklir Langsung AS-Rusia

INTIP24 – Menerima keanggotaan Ukraina dalam NATO akan memaksa Amerika Serikat untuk memilih antara perang nuklir dengan Rusia atau meninggalkan komitmen dukungan militernya ke Kiev.

Aksesi keanggotaan Ukraina bagi AS tidak seberapa manfaat yang bakal diraih, jika dibandingkan dengan resiko memasukan negera pecahan Uni Soviet itu dalam Fakta Atlantik Utara (NATO)

Dua analis Amerika, seperti dikutip RTNews pada hari Jumat, Justin Logan dan Joshua Shifrinson dari libertarian Cato Institute memaparkan di majalah Foreign Affairs.

“Manfaat aksesi Ukraina bagi Amerika Serikat tidak seberapa jika dibandingkan dengan risiko membawanya ke dalam aliansi,”

Bacaan Lainnya

Jika Ukraina bergabung dengan aliansi di tengah permusuhan yang sedang berlangsung, Logan dan Shifrinson berpendapat, AS dan semua anggota Eropa NATO akan segera ditarik ke dalam perang terbuka dengan Rusia, dengan potensi adu kekuatan nuklir.

“Bahkan jika konflik harus diselesaikan, Ukraina dan Rusia masih akan tetap saling klaim teritorial, dan tawaran keanggotaan akan berisiko memicu kembali konflik, kali ini dengan NATO sebagai peserta langsung,” tambah mereka.

“Dalam keadaan seperti ini, komitmen AS untuk memperjuangkan Ukraina akan dipertanyakan,” lanjut kedua analis.

Di sisi lain, jika Ukraina jadi anggota NATO dan pembuat kebijakan AS memilih untuk tidak melakukan intervensi atas namanya, seluruh prinsip pertahanan kolektif blok tersebut akan dirusak, yang mengakibatkan “krisis kredibilitas yang sesungguhnya bagi NATO”.

Lebih lanjut, kata analis tersebut, dengan AS yang dilindungi oleh persenjataan nuklirnya dan Samudra Atlantik yang luas, kedua analis berpendapat bahwa Amerika tidak sedang menghadapi ancaman langsung dari Rusia, sementara Ukraina, karena letak geografisnya, menjadikan negara itu “benteng” antara Eropa Barat dan Rusia “terlepas dari
keanggotaannya dalam NATO.”

“Waktu, perhatian, dan sumber daya Amerika diperlukan di tempat lain,” Logan dan Shifrinson menulis, seraya menyimpulkan bahwa “Amerika Serikat harus menerima bahwa sudah saatnya untuk menutup pintu NATO ke Ukraina.”

Diketahui sebelumnya, sejak Deklarasi Bucharest 2008, kebijakan resmi NATO adalah bahwa Ukraina akan menjadi anggota blok tersebut pada tanggal yang tidak ditentukan di masa mendatang.

Sementara itu, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dilaporkan mengancam untuk tidak menghadiri pertemuan puncak NATO yang akan datang di Lituania kecuali blok yang dipimpin AS menawarkan jaminan keamanan “konkret” atau peta jalan menuju keanggotaan penuh.

Presiden Lithuania Gitanas Nauseda telah mengesampingkan tawaran keanggotaan di KTT Vilnius.

Namun, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meminta para pemimpin aliansi untuk menawarkan jaminan keamanan bilateral atau multilateral kepada Kiev, serta “jalan” menuju keanggotaan penuh.

Sementara Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace dan sejumlah pemimpin Eropa Timur telah menyerukan agar Ukraina segera masuk ke dalam blok tersebut tanpa “rencana tindakan keanggotaan” yang biasa yang harus diselesaikan oleh calon anggota.

Gedung Putih, merespon hal itu menyatakan bahwa Ukraina “harus melakukan reformasi untuk memenuhi standar yang sama dengan negara NATO mana pun sebelum mereka bergabung.”

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait