AS dan China Saling Tuduh Menerbangkan Balon Angkasa untuk Memata-matai Wilayah Udaranya

INTIP24NEWS.COM – Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menuduh balik pemeritah Amerika Serikat justru telah beberapa kali melanggar wilayah udara China. Hal itu disampaikan sebagai respon tuduhan AS bahwa China mengirim balon mata-mata yang terbang di atas wilayah udara Amerika sepekan terakhir.

“Balon angkasa AS telah melanggar wilayah udara China lebih dari 10 kali sejak Januari 2022,” kata diplomat China.

Wang Wenbin melontarkan tuduhan terhadap AS saat diwawancarai media harian pada hari Senin.
Dia ditanyai oleh jurnalis Barat tentang tuduhan Washington bahwa China menerbangkan “balon mata-mata” ke negara lain, termasuk AS.

“Sebuah balon China yang ditembak jatuh oleh Angkatan Udara AS awal bulan ini, telah keluar jalur karena force majeure,” kata Wang.

Bacaan Lainnya

Juru bicara tersebut menggambarkan tuduhan oleh AS sebagai reaksi berlebihan, Wang justru menuduh AS menyalahgunakan teknologi canggih yang dimilikinya untuk melakukan operasi pengawasan dan spionase tanpa pandang bulu di seluruh dunia, termasuk terhadap sekutunya sendiri.

Wang juga menyinggung pengungkapan pada era Obama tentang program pengawasan elektronik massal NSA dan penyadapan telepon yang oleh para pemimpin negara-negara Eropa, seperti Jerman, dan menyatakan bahwa AS harus dianggap sebagai kerajaan mata-mata dan pengawasan terbesar di dunia.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson menyebut tuduhan itu “salah” dan mengulangi tuduhan Washington bahwa Beijing menjalankan sistem pengawasan global menggunakan balon ketinggian.

“Balon mata-mata China jelas melintasi AS selama delapan hari pada awal Februari, menjadi berita utama, bahkan lawan politik Presiden Joe Biden menuduh pemerintahannya ragu-ragu untuk menembak pesawat tak berawak itu.

Akhir pekan lalu, AS dan Kanada telah menembak jatuh setidaknya tiga objek yang terbang di wilayah udara Amerika Utara, di mana hal itu diakui Beijing sebagai miliknya.

Sekretaris Negara AS Antony Blinken mengklaim selama konferensi pers Rabu lalu bahwa China telah “melanggar kedaulatan negara di lima benua.”

Seorang pejabat anonim di departemennya mengatakan kepada media bahwa lebih dari 40 negara terpengaruh.

Masalah ini menyebabkan perdebatan sengit selama pengarahan harian di Foggy Bottom Kamis lalu, ketika juru bicara Ned Price menolak untuk menjelaskan bukti apa yang menjadi dasar tuduhan tersebut. (RT)

Pos terkait