AS dan Sekutu akan Membayar Mahal Jika Terus Mendukung Penjajahan Israel atas Palestina

Namun, peristiwa-peristiwa terus terjadi di hadapan seluruh dunia.
Gaza telah berubah menjadi kamp konsentrasi besar-besaran, dimana 2,3 juta orang terjebak.
Ini juga menjadi sebuah ujian moral bagi penduduk Barat.

Pada saat yang sama, segala harapan bahwa Israel akan menunjukkan pengekangan pun tampaknya sia-sia.

Tidak ada jalan keluar yang jelas dari krisis yang terjadi saat ini.

Perdamaian yang berkelanjutan di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, atau wilayah yang lebih luas tidak akan mungkin terjadi sampai Israel mengakui hak warga Palestina untuk hidup.

Bacaan Lainnya

Proyek zionisme Israel bergantung pada hilangnya warga Palestina, sebuah populasi yang setara besarnya dengan populasi Yahudi di Israel.

Jika Israel tetap mempertahankan obsesi ini, beban beban Israel terhadap Washington dan Eropa akan bertambah besar, kecuali mereka mulai melihat dengan jelas dan mengubah arah.

Pada saat ini, para pemimpin Israel dapat dengan mudah melegitimasi setiap kejahatan yang dilakukan oleh pasukan negara itu 6IDF), atau membela setiap pelanggaran hak asasi manusia. Mentalitas pendudukan Israel menjadi kebangkrutan moral.

Namun mulai dari Netanyahu hingga para menterinya, dan dari para pemimpin agama hingga jurnalis, kebijakan-kebijakan Israel tetap menjadi sumber kebanggaan.

Jika AS dan negara-negara Eropa terus berpikir bahwa mereka dapat menanggung beban Israel dan kampanye kekejamannya tanpa dampak apa pun, maka mereka salah besar.

Mereka harus melepaskan diri dari blokade politik yang diberlakukan oleh Israel atas pola pikir mereka, sebelum bencana yang lebih besar terjadi.

Oleh:
Taha Ozhan PhD
(Akademisi dan penulis yang tinggal di Turki)
.Penyunting:
Hasan Munawar
Redaktur Eksekutif

Pos terkait