Biden Ingatkan, NATO akan Merespons jika Rusia Gunakan Senjata Kimia

INTIP24NEWS – Presiden AS Joe Biden mengatakan NATO “akan merespons” jika Rusia menggunakan senjata kimia di Ukraina. Hal itu diucapkan saat berada di Eropa untuk melakukan pembicaraan dengan sekutu namu tidak merinci maksudnya.

Peenyataannya muncul pada hari pertemuan darurat pertama kali di Brusel sejak invasi Rusia , di mana para pemimpin Barat menunjukkan front persatuan dukungan atas Ukraina.

Biden sedang melakukan perjalanan ke Polandia pada hari Jumat di mana lebih dari dua juta orang Ukraina telah melarikan diri dari pertempuran.

Ditanya apakah penggunaan senjata kimia oleh Rusia Vladimir Putin akan memicu tanggapan militer dari NATO, Biden menjawab bahwa itu “akan memicu balasan serupa”.

Bacaan Lainnya

“Kami akan merespons jika dia menggunakannya. Sifat respons akan tergantung pada sifat penggunaannya,” kata Biden.

Negara-negara Barat telah memperingatkan, Rusia dapat memutuskan untuk menggunakan senjata kimia atau biologi di Ukraina, karena invasinya ke negara itu memasuki minggu kelima.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan menjadi “bencana” jika Putin menggunakan senjata kimia, sementara Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah menjelaskan hal itu akan mengakibatkan konsekuensi yang mengerikan.

Sementara itu, Gedung Putih telah membentuk tim keamanan nasional untuk melihat sejauh mana AS dan sekutunya harus bereaksi jika Rusia melancarkan serangan kimia.

Biden sebelumnya menekankan AS dan NATO tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina karena khawatir akan konfrontasi militer langsung dengan Rusia.

Presiden berbicara setelah pertemuan darurat para pemimpin NATO untuk memperdebatkan bagaimana menanggapi kemungkinan penggunaan senjata pemusnah massal, serta bantuan militer untuk Ukraina dan sanksi yang lebih keras terhadap Moskow.

“Satu-satunya hal yang paling penting adalah kita tetap bersatu,” kata presiden Biden usai KTT.

Biden diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan besar dengan Uni Eropa tentang gas alam cair, dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan Eropa pada Rusia.

Perjanjian tersebut akan membuat Washington menyediakan setidaknya 15 miliar meter kubik bahan bakar tambahan bagi Uni Eropa pada akhir tahun.

Sumber: BBC News
Editor: Hasan M

Pos terkait