Di Gaza, Anda Tak Hanya Melihat Kematian, Anda Menciumnya, Menghirupnya

Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mengejar anjing-anjing yang sedang memakan mayat tetangga saya dan anak-anak mereka

Saya bersama rombongan melarikan diri ke kawasan pantai dan kembali beberapa hari kemudian.

Saat kembali, pertama-tama saya pergi memeriksa ibu yang masih terkubur di bawah reruntuhan. Saya memanggil namanya dan merangkak ke bawah dinding beton, tapi yang ada hanya keheningan.

Kami menggali lebih jauh dan menemukan bahwa dia telah meninggal dengan tangan melingkari tubuh mungil anak-anaknya.

Bacaan Lainnya

Beberapa hari setelah kembali ke lingkungan kami, kami melihat segerombolan anjing liar datang dan berlindung di salah satu rumah yang terkena bom di sebelah kami.

Sepanjang malam, kami mendengar mereka menggonggong dan melolong keras, seolah-olah mereka sedang berebut sesuatu.

Di pagi harinya, saya menemukan sekawanan anjing. Saya terkejut melihat salah satu dari mereka memasukkan kaki anak kecil ke dalam mulutnya. Saya mengejarnya, melepaskan kaki anak kecil itu dan menguburnya jauh di dalam tanah.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mengejar anjing-anjing yang sedang memakan mayat tetangga saya dan anak-anak mereka”.

Keesokan harinya, kami menemukan sisa-sisa tulang belakang, tulang dan dada seorang anak dimakan oleh anjing.

Saya belum pernah melihat sesuatu yang lebih brutal atau memalukan, seolah-olah tidak ada nilai bagi nyawa manusia.

Ini merupakan satu lagi pukulan dalam rangkaian hukuman tanpa akhir di mana kekejaman terus terjadi dan tidak terbatas.

Kami terus berusaha mengusir anjing-anjing itu dari daerah tersebut untuk melanjutkan pencarian korban selamat dan korban yang terkubur di bawah tumpukan puing-puing.
Tetapi bahkan bagian tubuh yang kami temukan pada anjing-anjing tersebut telah mengalami kerusakan parah, karena kulit mereka telah membusuk.

Orang-orang ini menjadi martir sementara tubuh mereka berubah menjadi mayat yang membusuk.

Pasukan Israel dengan sengaja membunuh dan mengancam nyawa para penyintas (relawan) yang melakukan operasi penyelamatan dan pemulihan darurat.

Mereka telah melakukan upaya yang mustahil untuk menyelamatkan warga sipil yang tak terhitung jumlahnya, terutama anak-anak kecil yang ketakutan dan berteriak minta tolong yang tidak kunjung datang, sampai suara lelah mereka terdiam.

Kematian di mana-mana

Pe!larangan akses terhadap orang-orang yang terluka dan terbunuh merupakan tindakan sistematis dan merupakan strategi perang genosida Israel terhadap warga Palestina.





Pos terkait