Di Gaza, Anda Tak Hanya Melihat Kematian, Anda Menciumnya, Menghirupnya

“Saya tidak pernah membayangkan dalam mimpi buruk terliar saya bahwa saya akan mengejar seekor anjing liar untuk mengambil kaki bayi mungil dari mulutnya”.

Oleh: Muhammed Al Hajjar

INTIP24 News – Selama tiga minggu terakhir, pasukan Israel tanpa ampun membombardir lingkungan di mana saya tinggal, yaitu di Rimal di Gaza utara, yang mengakibatkan kehancuran besar-besaran pada bangunan tempat tinggal di sepanjang Jalan al-Galaa.

Banyak rumah tetangga yang menjadi sasaran telah dihuni dan dipadati oleh orang-orang yang melarikan diri dari daerah lain yang terkena pemboman untuk berlindung di sanak saudaranya.

Bacaan Lainnya

Saat itu saya berada di antara sekelompok relawan remaja putra yang tengah mengemban misi sulit untuk menyelamatkan dan mengambil kembali yang tersisa dari reruntuhan.

Kami melakukan yang terbaik untuk menyelanatkan korban selamat dari tumpukan puing-puing dan berusaha mengeluarkan mayat untuk menguburkan secara layak.

Namun kami dikepung oleh penembak jitu Israel, yang menembak siapa saja yang mendekati reruntuhan. Misi pencarian ditangguhkan setelah lima orang relawan tewas tertembak.

Namun seketika itu, suara samar terdengar dari bawah reruntuhan. Itu adalah suara meminta tolong dua balita dan ibu mereka yang putus asa. Meskipun kami sudah berusaha sekuat tenaga, kami tidak dapat menjangkau anak-anak yang terperangkap, yang akhirnya meninggal di bawah reruntuhan.

Kami kemudian mencoba menggali ibu mereka, yang sangat terpukul dan terluka, agar dia bisa bernapas dan memberinya air, entah bagaimana, untuk diminum dan beberapa kurma untuk dimakan agar dia bisa tetap hidup.

Sepanjang cobaan berat itu, pasukan Israel dan kendaraan lapis baja berat serta mesin mereka melayang di sekitar kami, mengepung kami dan menghalangi kami mengakses orang-orang yang terluka dan terjebak, sembari mencegah kami meninggalkan wilayah tersebut. Kami terpaksa mencari perlindungan di salah satu rumah tetangga.

Mayat yang membusuk

Menyusul pemboman lewat udara yang beetubi-tubi, Israel kemudian melancarkan invasi darat yang brutal, menyerbu beberapa rumah yang masih berdiri, menargetkan dan menangkap banyak pemuda, dan melakukan eksekusi di depan umum terhadap para pengungsi yang mencari jalan aman untuk menghindari pemboman.

1 23

Pos terkait


Blibli