Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan tersebut.
“Melalui sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat, kami berharap hasil pertanian, khususnya jagung, dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Diketahui, kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 merupakan hasil dari penanaman jagung pada Kuartal IV Tahun 2025. Adapun pelaksanaan panen di lokasi Puskargo Desa Sarakan dilakukan secara simbolis, mengingat kondisi lahan jagung setempat belum memasuki masa panen.


















































