INTIP24 – Militer zionis Israel telah mendesak lebih dari 1 juta orang untuk meninggalkan rumah-rumah mereka di Kota Gaza dan segera pindah ke wilayah selatan. Desakan tersebut tidak menyebutkan tenggat waktu tertentu.
PBB telah memperingatkan akan adanya konsekuensi kemanusiaan yang sangat buruk, jika itu terjadi. Meski dalih Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan perintah menyebutnya sebagai langkah kemanusiaan.
“IDF menyerukan kepada seluruh penduduk Kota Gaza untuk mengungsi dari rumah mereka, pindah ke selatan untuk perlindungan dan menetap di daerah selatan Sungai Gaza,” kata militer dalam sebuah postingan di X.
“Evakuasi ini demi keselamatan pribadi Anda.
Dimungkinkan untuk kembali ke Kota Gaza hanya setelah ada pemberitahuan yang mengonfirmasi hal ini.”
IDF berjanji untuk “terus menyerang secara signifikan di Kota Gaza dalam beberapa hari mendatang dan mendesak warga sipil untuk “menjauhkan diri dari teroris Hamas yang menggunakan Anda sebagai tameng manusia
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan dan Departemen Keselamatan dan Keamanan di Gaza (OCHA oPt) diberitahu
sebelum tengah malam waktu setempat bahwa “seluruh penduduk Gaza di utara Wadi Gaza harus pindah ke Gaza selatan dalam waktu 24 jam ke depan,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam pernyataannya kepada beberapa media pada Jumat pagi.
Pejabat PBB tersebut menekankan bahwa “gerakan seperti itu tidak mungkin terjadi tanpa konsekuensi kemanusiaan yang buruk.”
“Jumlahnya sekitar 1,1 juta orang.
Perintah yang sama berlaku untuk semua staf PBB dan mereka yang berlindung di fasilitas PBB, termasuk sekolah, pusat kesehatan, dan klinik,” kata juru bicara tersebut.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan tegas meminta agar perintah semacam itu, jika memang benar, dibatalkan, untuk menghindari hal yang dapat mengubah situasi yang sudah menjadi tragedi menjadi situasi yang membawa malapetaka,” tambah Dujarric.
Hingga Kamis malam, jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah serangan udara Israel yang sedang berlangsung telah meningkat menjadi 423.378, atau sekitar 21% dari seluruh populasi Gaza.
Sekitar dua pertiga dari pengungsi berlindung di fasilitas yang dioperasikan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Seperti diberitakan sebelumnya, pejuang militan Hamas melancarkan serangan Operasi ‘Banjir Al-Aqsa’ Sabtu lalu dengan rentetan roket yang ditembakkan dari Gaza sebelum masuk dengan cepat ke wilayah Israel, menyerbu beberapa kota dan desa.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan keadaan perang pada hari Minggu, ketika pasukan IDF dikerahkan untuk membersihkan kota-kota dan desa-desa Israel dari pejuang Hamas.
Pesawat-pesawat Israel terus-menerus melakukan serangan udara di Gaza sejak saat itu.
Setidaknya 1.300 warga Israel telah terbunuh dan lebih dari 3.000 orang terluka, menurut angka yang dirilis oleh pemerintah Israel pada hari Jumat.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina,
lebih dari 1.500 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 6.000 lainnya terluka.
Sumber: RT News
Editor: Hasan M
















































