BANDUNG I INTIP24 News — Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) sangat prihatin melihat kondisi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat (TH) di Bandung.
Kang Dedi Mulyadi juga mengaku tidak tega melihat kondisi korban. Sebab, korban mengalami luka yang sangat parah akibat perbuatan TH.
“Perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan kedua matanya hingga tidak bisa melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting,” kata Kang Dedi Mulyadi di Instagram, Selasa (23/6).
Politikus Partai Gerindra itu bahkan menyebut perbuatan TH sangat biadab. “Seluruh tubuhnya melepuh dan rusak,” kata Kang Dedi Mulyadi.
Kang Dedi Mulyadi pun mengecam perbuatan biadab yang dilakukan TH terhadap korban. “Saya begitu marah dengan laki-laki seperti ini, bernama Taufik Hidayat, yang sekarang jadi buronan,” kata dia.
Selain itu, Dedi membuat sayembara bagi siapa pun yang dapat menemukan atau memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku. Ia menjanjikan hadiah sebesar Rp 250 juta.
“Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat, atau menginformasikan keberadaannya kepada aparat, saya akan memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan ditangkap,” kata Dedi dalam unggahan video di akun Threads pribadinya @dedimulyadi71, dikutip Selasa (23/6/2026).
Dedi menyebut tindakan yang dilakukan TH terhadap pacarnya tersebut sangat keji. Ia mengaku sampai tidak tega melihat kondisi korban saat ini.
“Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini bernama Taufik Hidayat yang sekarang menjadi buronan,” ujar Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta itu meyakini Polda Jawa Barat dapat segera menangkap pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya meyakini tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya,” kata dia.
Kasus ini terungkap setelah keluarga menerima informasi mengenai keberadaan korban di rumah sakit. Polisi kini menyelidiki kasus tersebut setelah menerima laporan dari kakak korban pada 12 Juni 2026.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban diduga diculik dan dianiaya pria berinisial TH. Sebelumnya, keluarga menerima pesan WhatsApp dari orang tak dikenal yang mengabarkan korban berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
“Setelah menerima informasi tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi rumah sakit dan mendapati korban dalam kondisi luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka ringan di tangan,” ujar Hendra, Rabu (17/6/2026).
Sebelum ditemukan di rumah sakit, korban tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga selama sekitar tiga tahun. Dalam rentang waktu tersebut, korban diduga mengalami penganiayaan berulang.
“Diduga korban mengalami kekerasan menggunakan tangan, benda tumpul, hingga senjata tajam, serta kehilangan sejumlah barang berharga,” kata Hendra.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka berat yang berdampak serius pada kondisinya. Korban dilaporkan tidak dapat melihat secara normal, kesulitan berbicara, tidak bisa berjalan, serta mengalami kerugian materi sekitar Rp 52 juta.
















































