Kunjungan Xi Jinping ke Rusia Menunjukan Rusia Punya Teman yang Kuat Menghadapi Barat

INTIP24NEWS.COM – Presiden China Xi Jinping tiba di Moskow pada Senin (20 Maret) untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari. .
Kunjungan Xi ini sebagai kunjungan diplomatik menawarkan proposal 12 poin untuk solusi damai krisis Ukraina. Namun pada saat yang sama kunjungan itu memperkuat hubungan dengan Rusia.

Xi juga akan menjadi pemimpin asing pertama yang menjabat tangan Putin setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan Putin pada hari Jumat sebelumnya, menuduhnya melakukan kejahatan perang atas dugaan keterlibatannya dalam penculikan anak-anak Ukraina, meski Moskow menolak tuduhan itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin melihat hubunga kedua negara untuk menunjukkan solidaritas melawan hegemoni Barat, sementara Xi Jinping menggambarkan China sebagai pembawa perdamaian global yang berniat mengakhiri perang di Ukraina.

Kunjungan Xi Jinping yang telah resmi terpilih lagi untuk periode ketiganya menunjukkan bagi Fusia bahwa ia memiliki teman yang kuat (China) yang mendukungnya melawan Barat yang mencoba mengisolasi dan mengalahkan kekuatan musuhnya.

Bacaan Lainnya

Ketika Xi Jinping berangkat mengunjungi Rusia pada tanggal 20, dia menerbitkan sebuah artikel yang ditandatangani di surat kabar resmi Rusia Rossiyskaya Gazeta dan situs web RIA Novosti,

“Maju Kuat, Membuka Bab Baru Kerjasama Persahabatan Sino-Rusia dan Pembangunan Bersama”, tulis Xi.

Ia menyebut China dan Rusia pasti akan memberikan kontribusi baru dan lebih besar bagi kemajuan peradaban manusia. 

Artikel tersebut juga menyebutkan posisi 12 poin dalam “Posisi China dalam Solusi Politik untuk Krisis Ukraina” yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri China pada bulan Februari,.

“Tidak ada solusi sederhana untuk masalah yang rumit,” kata Xi.

Sementara itu, pengamat menganalisq bahwa proposal China hanyalah pembicaraan umum biasa, dan tidak ada saran khusus tentang bagaimana mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari setahun, menewaskan puluhan ribu orang, menghancurkan kota, dan membuat jutaan orang mengungsi. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia hanya akan mempertimbangkan solusi damai setelah pasukan Rusia menarik diri dari wilayah Ukraina.

Putin mengatakan Rusia terbuka untuk solusi politik dan diplomatik untuk krisis Ukraina dan menyambut mediasi China. 

Dia berkata: “Kami menghargai sikap seimbang yang diambil oleh Republik Rakyat Tiongkok pada peristiwa di Ukraina, serta pemahamannya tentang latar belakang sejarah dan akar penyebab peristiwa tersebut. Kami menyambut kesediaan Tiongkok untuk memberikan kontribusi yang berarti untuk menyelesaikan krisis .”

Amerika Serikat dan sekutunya telah menyatakan kecurigaan yang mendalam terhadap motif China, yang enggan untuk mengutuk Rusia dan bahkan justru memberinya jalur ekonomi karena negara lain menjatuhkan sanksi padanya.

Amerika Serikat dan NATO juga baru-baru ini menuduh China mempertimbangkan untuk memasok senjata ke Rusia dan memperingatkannya agar tidak melakukannya. China menampik tudingan itu. (VOA)

Pos terkait