INTIP24NEWS.COM – Sebuah jet tempur Amerika Serikat telah menjatuhkan benda tak dikenal di wilayah udara Kanada. Tindakan itu dilakukan atas perintah Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Insiden itu menandai ketiga kalinya AS menghancurkan objek terbang di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin mengadakan kontak membahas “benda tak dikenal dan tak berawak” yang terlihat di wilayah Amerika Utara.
Disebutkan bahwa Biden terus-menerus diberi informasi pemantauan tentang masalah tersebut. Pesawat itu “dilacak dan dipantau secara ketat oleh Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) selama 24 jam terakhir,”
“Karena sangat berhati-hati dan atas rekomendasi militer mereka, Presiden Biden dan Perdana Menteri Trudeau mengizinkannya untuk diturunkan,” bunyi pernyataan itu.
Operasi itu dilakukan dengan menggunakan jet tempur F-22 AS.
Dalam tweet terpisah, Trudeau mengatakan bahwa perangkat itu dijatuhkan di atas Yukon di barat laut Kanada.
Dia juga menyatakan bahwa Ottawa akan “memulihkan dan menganalisis puing-puing objek”.
Mengomentari insiden tersebut, Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand mengatakan “masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pesawat itu berasal dari China atau tidak,” kata Menhan Kanada itu seperti dilansir intip24news.com yang dikutip dari RTNews.
“Perangkat, yang terbang di ketinggian sekitar 40.000 kaki (12.000 meter), telah memasuki wilayah udara Kanada secara tidak sah dan menimbulkan ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil,” imbuh dia.
“Benda itu mirip dengan yang ditembak jatuh di lepas pantai Carolina Utara meskipun ukurannya lebih kecil dan berbentuk silinder,” urainya.
Seperti diberitakan media ini sebelumnys bahwa
pekan lalu, Pentagon menjatuhrkan balon mata-mata yang dicurigai milik China di atas Atlantik, dan mengklaim bahwa Beijing menggunakannya untuk mengawasi instalasi strategis di AS.
Sementara itu China membantah dengan menyebut balon itu sebagai pesawat sipil yang tersesat ke wilayah udara AS karena lepas kendali.
Bahkan eijing menuduh Washington justru telah menggunakan insiden itu sebagai dalih untuk memojokkan dan mencoreng China.























































