INTIP24NEWS.COM – Amerika Serikat dan Korea Selatan memutuskan untuk memperpanjang latihan militer yang melibatkan ratusan jet tempur kedua negara. Keputusan itu menyusul penembakan rudal dan roket Korea Utara yang terus diluncurkan menghantam wilayah penyangga pdrbatasan kedua Korea itu.
Bahkan Korea Utara juga sudah menembakan rudal balistik antarbenuanya, Kamus kemarin.
“AS dan Korea Selatan telah membuat kesalahan besar dengan memperpanjang latihan perang ‘Vigilant Storm’ yang sedang berlangsung dan karenanya mendorong ketegangan di kawasan ke dalam fase yang tidak terkendali,” kata seorang pejabat tinggi Korea Utara pada hari Kamis.
“AS dan Korea Selatan memutuskan untuk memperpanjang latihan udara gabungan Vigilant Storm. Ini adalah pilihan yang sangat berbahaya dan salah,” kata Pak Jong-chon, sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea, dalam sebuah pernyataan.
Pejabat itu mengatakan, “keputusan tidak bertanggung jawab dan tindakan militer provokatif dari pasukan sekutu mendorong situasi ke dalam fase yang tidak terkendali.”
Kemarahan Korea Utara itu dipicu tak lama setelah Angkatan Udara Korea Selatan dan AS memutuskan jadwal baru latihan yang sedang berlangsung, yang semula dijadwalkan berakhir pada hari Jumat ini.
Sementara itu pejabat Seoul mengatakan, “keputusan untuk memperpanjang latihan merespin provokasi terus menetus dari Korea Utara.
Diketahui, latihan militer dengan nama ‘Vigilant Storm’ tahun ini dimulai pada hari Senin dan melibatkan sekitar 240 pesawat militer. Ini merupakan latihan terbesar yang pernah ada, demikian menurut pejabat Angkatan Udara AS.
Latihan tersebut pertama kali diadakan pada tahun 2015 dengan nama ‘Vigilant Ace’ tetapi ditunda pada tahun 2018 karena Seoul mencoba untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang.
Korea Utara telah berulang kali mengutuk latihan itu, menyebutnya sebagai latihan untuk invasi dan bukti bahwa Washington dan Seoul mengambil sikap bermusuhan.
Selama minggu ini, Pyongyang melakukan latihan militernya sendiri, meluncurkan beberapa rudal balistik dan memperingatkan akan mengambil “tindakan yang lebih kuat”.
Sumber: RT
Editor: Hasan M























































