INTIP24NEWS – Beberapa sumber pemerintah Ukraina melaporkan pada Rabu waktu setempat, bahwa angkatan bersenjatanya telah menyerang kapal induk Armada Laut Hitam Rusia, Moskva.
Gubernur Odesa Maksym Marchenko mengklaim di Telegram bahwa dua rudal jelajah anti-kapal menghantam kapal penjelajah di Laut Hitam, menyebabkan “kerusakan yang sangat serius”.
Penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovych dan Anton Gerashchenko, penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, melaporkan ada ledakan dan kapal penjelajah itu terbakar.
Namun begitu, mereka tidak memberikan bukti apa pun atas klaim mereka.
Sementara itu, pihak Kementerian Pertahanan
Rusia menyebutkan awak kapal penjelajah rudal ‘Moskva’ dievakuasi setelah kebakaran yang menyebabkan ledakan amunisi lainnya,
“Seluruh awak kapal penjelajah rudal ‘Moskva’ dievakuasi setelah ledakan amunisi yang disebabkan oleh kebakaran, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan singkat yang dikutip oleh media Rusia pada Rabu malam.
Kapal penjelajah itu mengalami “kerusakan serius”, kata militer Rusia, seraya menambahkan bahwa penyebab kebakaran sedang diselidiki.
Beberapa sumber pemerintah Ukraina melaporkan Rabu bahwa angkatan bersenjata telah menyerang kapal induk Armada Laut Hitam Rusia, Moskva.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kebakaran di atas kapal Moskva menyebabkan ledakan amunisi berikutnya.
“Kapal mengalami kerusakan serius, awak dievakuasi,” kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Tidak disebutkan serangan rudal dalam pernyataan kementerian, yang dibawa oleh kantor berita pemerintah Rusia, TASS.
Pejabat Ukraina mengklaim bahwa baterai rudal anti-kapal Neptunus mereka yang disembunyikan di Odessa telah berhasil menyerang Moskow dua kali, membuat kapal penjelajah itu terbakar.
Di antara mereka yang melontarkan pernyataan tersebut adalah Maksim Marchenko, kepala administrasi militer di Odessa, dan Anton Gerashchenko, penasihat Kementerian Dalam Negeri di Kiev.
Satu saluran Telegram Ukraina dilaporkan memposting peristiwa itu, kemudian dihapus. Postingan berupa foto kapal Iran yang terbakar dan tenggelam di Teluk Oman tahun lalu.
Sumber: ABC News
Editor: Hasan M























































