INTIP24NEWS – Sebagai produsen minyak sawit utama dunia, Indonesia menyumbang lebih dari setengah pasokan minyak sawit global. Perusahaan produk dan makanan rumah tangga termasuk Procter & Gamble Co (PG.N), Nestle SA (NESN.S) dan Unilever PLC adalah pembeli minyak sawit dalam jumlah besar.
Baru-baru ini Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk melarang ekspor minyak nabati, rencana itu diumumkan pada hari Jumat, dalam sebuah langkah mengejutkan di mana langkah ini dinilai dapat memicu lonjakan inflasi pangan global.
Dilansir dari Reuters, penghentian pengiriman minyak goreng dan bahan mentahnya, dapat meningkatkan biaya bagi produsen makanan kemasan secara global dan memaksa pengguna untuk memilih antara menggunakan minyak nabati dalam makanan atau untuk bahan bakar nabati (bio solar).
Reuters menyebutkan dalam rilisnya Rabu (23/4), bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan ingin memastikan ketersediaan produk pangan di dalam negeri, setelah inflasi pangan global melonjak ke rekor tertinggi menyusul invasi Rusia ke produsen tanaman utama Ukraina.
“Saya akan memantau dan mengevaluasi penerapan kebijakan ini agar ketersediaan minyak goreng di pasar domestik menjadi melimpah dan terjangkau,” ujarnya.
Harga minyak sawit mentah dunia, yang digunakan Indonesia untuk minyak goreng, telah melonjak ke level tertinggi dalam tahun ini di tengah meningkatnya permintaan dan lemahnya hasil produksi dari produsen utama Indonesia dan Malaysia, ditambah langkah Indonesia untuk membatasi ekspor minyak sawit pada Januari yang sempat naik pada tahun berjalan.
Pasar minyak nabati global telah diguncang tahun ini oleh invasi Rusia ke Ukraina, sebuah langkah yang disebut Rusia sebagai “operasi khusus” untuk mendemiliterisasi tetangganya, yang memotong pengiriman minyak bunga matahari dari wilayah tersebut.
Laut Hitam menyumbang 76% dari ekspor minyak matahari dunia dan pengiriman komersial dari wilayah tersebut telah sangat terpengaruh sejak pasukan Rusia memasuki Ukraina pada bulan Februari.
Indonesia sejak 2018 menghentikan penerbitan izin baru untuk perkebunan kelapa sawit, yang sering disalahkan atas deforestasi dan perusakan habitat hewan langka seperti orangutan.
Gabungan industri kelapa sawit GAPKI mengatakan akan mematuhi kebijakan tersebut tetapi memiliki keberatan.
“Jika kebijakan ini berdampak negatif pada keberlanjutan sektor kelapa sawit, kami akan meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan tersebut,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Di Indonesia, harga eceran minyak goreng rata-rata Rp 26.436 ($1,84) per liter, naik lebih dari 40% sepanjang tahun ini.
Di beberapa provinsi di seluruh negeri, harga hampir dua kali lipat dalam sebulan terakhir saja, menurut halaman pemantauan harga.
Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di beberapa kota di Indonesia akhir-akhir ini terjadi akibat tingginya harga minyak goreng.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan batas Rp 14.000 per liter untuk minyak goreng curah, tetapi data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa itu dijual lebih dari Rp 18.000 selama bulan ini.
Sumber: Reuters
Editor: Hasan M
























































