Menyusul Turki, Irak dan Maroko, Rusia Mengutuk Swedia atas Pembakaran Al Quran

INTIP24 – Duma (majelis rendah) Negara Rusia mengutuk Swedia karena mengizinkan aktivis anti-Islam menggelar demonstrasi pembakaran Alquran di Stockholm. Rusia menyebut Swedia mengijinkan aksi itu meskipun sangat sadar bahwa tindakan mereka akan menyebabkan ketegangan agama dan etnis yang meningkat.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, majelis rendah parlemen Rusia itu mengatakan bahwa anggota parlemen Rusia dan Muslim di seluruh dunia “marah” oleh keputusan otoritas Swedia untuk mengizinkan protes di luar masjid Stockholm di mana kitab suci Islam dinodai.
Unjuk rasa itu sendiri terjadi di tengah perayaan Idul Adha, salah satu hari raya utama umat Islam.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Salwan Momika, penyelenggara aksi tersebut, yang menginjak-injak Alquran, merobek halamannya, lalu membakarnya.

Seorang pria mencoba untuk melempari para peserta aksi namun ditangkap oleh polisi sebelum dia sempat melakukannya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, polisi Swedia mengatakan Momika sedang diselidiki karena menghasut kebencian terhadap kelompok tertentu dan melanggar larangan.

“Otoritas Swedia memberikan izin [untuk protes] meski mengetahui sebelumnya bahwa kejahatan berusaha untuk menyinggung perasaan jutaan orang percaya di seluruh dunia dan menghasut kebencian etnis akan dilakukan,” kata Duma Negara, menambahkan bahwa tindakannya merusak perdamaian dan keamanan.

Anggota parlemen Rusia “mengutuk keras tindakan vandalisme lainnya” yang disetujui oleh otoritas Swedia, bunyi pernyataan itu.
“Penodaan benda-benda suci tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara dan beragama, dan dengan prinsip-prinsip demokrasi.”

Duma Negara tidak sendirian dalam menegur Stockholm, dengan sejumlah negara berpenduduk mayoritas Muslim mengadopsi sikap yang sama.

Insiden tersebut memicu kemarahan dari Türki, yang saat ini menghalangi upaya Swedia untuk menjadi anggota NATO, dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menggambarkan pembakaran Alquran sebagai “tindakan tercela”.

“Tidak dapat diterima untuk mengizinkan tindakan anti-Islam ini dengan dalih kebebasan berekspresi. Menutup mata terhadap tindakan mengerikan seperti itu berarti terlibat,” tulisnya di Twitter.

Pemerintah Irak juga mengutuk tindakan tersebut, menyebutnya “rasis” dan mempromosikan “kekerasan dan kebencian”.
Maroko melangkah lebih jauh, memanggil duta besarnya untuk Swedia sebagai protes.

Sumber RTNews
Editor: Hasan M

Pos terkait