Dalam definisi kata perubahan, terkamdung makna sebuah proses yang wajar dan alamiah sehingga segala sesuatu yang ada akan selalu berubah. Perubahan juga mencakup sistem sosial, politik dan budaya dalam bentuk organisasi sosial, lembaga atau imstitusi yang ada di masyarakat.
Berubah atawa perubahan adalah perihal yang pasti terjadi dalam hidup dan kehidupan. Lantas siklus perubahan ini pasti dan sangat normatif sekal.
Terhadap soal perubahan bidang dan aspek politik kita bisa kutip dari ‘Tiori Konflik (Conflict Theory).’
Menurut teori konflik, perubahan sosial disebabkan adanya konflik dalam masyarakat. Teori ini memiliki prinsip bahwa konflik sosial dan perubahan sosial selalu melekat pada struktur masyarakat.
Konflik antar individu atau antar kelas sosial dapat memicu terjadinya perubahan masyarakat. Perubahan yang terjadi setelah konflik menunjukkan keberhasilan keinginan perubahan dari kelompok atau kelas tertentu yang memenangkan konflik tersebut.
Contohnya, pergantian sistem pemerintahan di Indonesia pada tahun 1966. Rezim Order Baru menggantikan rezim Orde Lama melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Dengan demikian, konflik mengakibatkan perubahan sosial dalam bidang pemerintahan.
Sungguh bangsa ini sedang berada dalam kondisi keterbelahan, dan memang sedang terjadi di masyarakat. Soal ini menjadi krisis sistemik yang terjadi secara nasional. Mengakibatkan elite politik dari kelompok Islam (kanan), tengah maupun kiri terjebak dalam krisis ini.
“Fenomena yang menunjukkan elite kita sedang mengalami kebingungan akibat krisis keterbelahan yang begitu masif. Sebagai akibatnya kita mengalami krisis leadership, saya kira kebingungan ini ada di kelompok Islam, kelompok tengah dan kelompok kiri,”
Terbentuk nya poros koalisi perubahan bakal menjadi sebuah solusi, lantaran poros perubahan sekaligus merupakan *Narasi: Perubahan untuk Persatuan* dengan kerja keras untuk kebangsaan. Dapat dipastikan bakal kembali menyatukan kelompok-kelompok kecil di masyarakat. Maka dapat dihindari konfrontasi yang merusak bangunan besar Indonesia.
Adalah wajar dan sudah semestinya, bahkan sesuai dengan namanya jika kemudian tiga partai politik peserta Pemilu 2024. Nasdem, PKS dan Demokrat berhimpun dalam Koalisi Perubahan mempunyai tujuan untuk sebuah perubahan demi perbaikan nasib bangsa ke depan.





















































