Kota Tangerang, Intip24News.com – Dugaan kejanggalan dan kecurangan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMAN 1 Kota Tangerang mencuat setelah salah seorang dari orang tua calon peserta didik mengaku anaknya yang sempat dinyatakan lolos seleksi, kemudian status kelulusannya dibatalkan.
Peristiwa tersebut dialami calon siswa berinisial RNA, lulusan SMP Swasta ternama di Kota Tangerang. Keluarga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan bahwa berdasarkan pengumuman pada 27 Juni 2026, anaknya dinyatakan diterima sebagai peserta didik baru di SMAN 1 Kota Tangerang yang beralamat di Jalan Daan Mogot No. 50, Sukarasa, Kota Tangerang, Banten.
Namun, sehari setelah pengumuman tersebut, pihak keluarga mengaku menerima informasi bahwa status kelulusan RNA dibatalkan.
Menurut penjelasan yang mereka terima dari pihak sekolah, terdapat peserta lain yang memiliki nilai lebih tinggi dan sebelumnya belum masuk dalam proses seleksi.
Perubahan status tersebut membuat keluarga mempertanyakan transparansi dan profesionalisme pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Kota Tangerang. Mereka menilai pembatalan setelah pengumuman resmi telah menimbulkan kerugian, terutama terhadap kondisi psikologis anak.
“Kami sebagai orang tua sangat kecewa. Anak kami sudah dinyatakan diterima, tetapi kemudian statusnya dibatalkan. Kami menilai proses ini tidak profesional dan berdampak besar terhadap kondisi mental serta psikologis anak kami,” ujar orang tua RNA kepada Intip24News.com.
Merasa dirugikan, keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan tersebut kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota.
Selain itu, mereka juga berencana mengajukan pengaduan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten serta Kementerian Pendidikan RI.
“Kami merasa dirugikan, baik secara moral maupun psikologis. Karena itu, kami akan melaporkan persoalan ini ke PPA Polres Metro Tangerang Kota, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, hingga Kementerian Pendidikan RI di Jakarta agar ada kejelasan dan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Pihak SMAN 1 Kota Tangerang melalui Humasnya Heru, saat dikonfirmasi mengaku baru mengetahui ada kasus ini.
“waalaikumsalam, saya baru tau ya. coba nanti di cek operator ya nama tersebut. ” Ujarnya.
Ketika ditanyakan, jika benar ada perkeliruan, ada peluang tidak untuk siswa yang bersangkutan lolos kembali?
Heru menjawab, bahwa dirinya tidak tahu. Karena pihaknya menerima dari sistem Dindik.
“waduh saya tdk tau ya, soalnya kita terima data dari sistem dindik setiap jalurnya pada saat pengumuman.” Terangnya.
(Red-TLKT)













































