Pembangunan Akses Jalan TPS Bojong Menteng Oleh Pemkab Serang Memantik Amarah Warga dan Para Aktivis

Serang | INTIP24NEWS.COM – Pembangunan akses jalan ke lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten oleh Pemkab Serang melalu Dinas PUPR Kabupaten Serang  kembali memantik amarah warga.

Hal ini tercermin saat warga Tunjung Teja mendapat informasi adanya sosialisasi Pembangunan Badan jalan tersebut oleh CV Gunung Pelindung Alam sebagai perusahaan pemenang tender pada 6 Juni 2024 lalu di kantor Desa Kamuning, Tunjung Teja.

Obrolan diskusi bahkan sosialisasi dan konsolidasi memenuhi ruang publik untuk menggerakkan kembali perlawanan masyarakat menolak pembangunan Tempat Sampah di Kawasan Gantarawang, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja tersebut.

Hikmatul Huda salah seorang aktivis Banten dari Serang Selatan adalah warga Tunjung Teja yang dari Tahun 2011 silam tetap eksis melakukan penolakan terhadap rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Serang membangun TPS menuding Pemkab Serang sebagai Pemerintahan daerah yang feodal, arogan, dan otoriter.  

Bacaan Lainnya

Hikmat mengatakan demikian karena dirinya melihat begitu keukeuhnya Pemda Kabupaten Serang ingin merealisasikan Tempat Pengelolaan Sampah di daerahnya dengan berbagai cara.

“Sosialisasi pembangunan badan jalan akses ke TPS Bojong Menteng oleh CV Gunung Pelindung Alam pada 6 Juni 2025 mempertegas sikap otoriter Pemkab Serang sejak tahun 2011. Mereka membabi buta dengan program ambisiusnya, meski masyarakat Tunjung Teja selalu menolak program tersebut,” ujar Hikmat. 

“Arogansi tersirat dari langkah pendekatan mereka. Tapi lillahi ta’ala kami masyarakat Tunjung Teja dengan segenap kemampuan diri, asistensi dari berbagai kalangan aktivis sosial dan lingkungan hidup, mahasiswa akan konsisten Istiqomah tetap melakukan perlawanan,” tambahnya. 

Hikmat yang didampingi para aktivis Banten  lainnya seperti Mulya Nugraha, Mastur, Rizal, Haerudin, Iyan Ansori dan lain lain, menambahkan bahwa meski di setiap aksi dan gerakan yang pernah mereka lakukan dalam penolakan TPSA ini sejak tahun 2011 selalu muncul rayuan dan iming iming materi tetapi pihaknya tetap konsisten menolak pembangunan Tempat Sampah di Bojong Menteng ini. 

“Khitoh perjuangan kami tidak akan luntur sedikitpun, sekali menolak tetap menolak. Jangan pancing kami lakukan perjuangan barbar, kami siap berperang dan istiqomah di jalan yang kami yakini benar. Bahwa penempatan Tempat Pembuangan Sampah di daerah kami tidak benar secara teori maupun teknis,” tegasnya. 

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang dikonfirmasi oleh media ini, tidak memberi tanggapan apapun, pesan WhatsApp yang terkirim belum ia baca.

Pos terkait