Pembangunan Jembatan dan Jalan Rabat Beton di Desa Nagara Padang Dipertanyakan Warga

SERANG | INTIP24 – Proyek pembangunan jembatan dan jalan rabat beton di Kampung Kadu hejo RT 16/03 Desa Nagara Padang Kecamatan Petir, Kabupaten Serang yang dikerjakan pada bulan Agustus 2023 lalu diduga dikerjakan asal asalan

Hal ini terlihat dari kondisi fisik jalan yang mulai retak-retak, padahal pengerjaan jalan tersebut baru dilaksanakan beberapa bulan saja.

Jalan rabat beton sepanjang 235 meter dengan lebar 3 meter serta ketebalan 0,15 cm itu diketahui menelan anggaran Dana Desa Rp. 187.539.100,- .

Kondisi jalan seperti menjadi pertanyaan warga, karena jalan tersebut jarang dilalui kendaraan dengan beban berat.

Bacaan Lainnya

Ketika awak media mengkonfirmasi hal tersebut kepada Roni selaku Penjabat Kepala Desa Nagara Padang, dia menyatakan bahwa jalan rabat beton itu sudah dilakukan monitor dan evaluasi oleh pihak kecamatan.

“Jalan rabat beton itu sudah dimonev oleh pihak kecamatan,” ujarnya singkat.

Sementara itu Faris Ruhiyatullah selaku Camat Petir saat dikonfirmasi menyarankan agar pihak media mengkorfimasi langsung ke pihak desa.

“Saya sudah konfirmasi ke pihak desanya, silahkan langsung ke desa aja ya kang,” kata Faris, seperti saling lempar informasi.

Selain jalan rabat beton yang dipertanyakan warga, pembangunan jembatan di Nagara Padang juga dikritisi warga, karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB nya.

Di samping itu, pelaksanaan proyek pembangunan jembatan tersebut diduga tidak melibatkan warga masyarakat setempat.

Para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut ketika ditanya oleh media menyatakan dirinya bukan warga Desa Nagara Padang.

“Maaf pak, saya bukan warga sini. Kami bekerja atas perintah pak lurah, mandor dan pengawasnya juga pak lurah, pak,” ungkap pekerja.

Salah seorang Warga Kampung Kadu hejo yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan bahwa dirinya sebagai Warga Nagara Padang, menilai bahwa Pekerjaan Proyek ini di duga dikerjakan asal asalan dan tidak memenuhi spesifikasi dan RAB.

“Terus terang, kami kurang puas melihat pembangunan seperti ini dan secepatnya akan kami adukan ke pihak terkait,” tuturnya.

Yang lebih heran lagi menurut warga, di papan proyek tersebut disebutkan bahwa pelaksananya adalah Tim Pelaksana Kegiatan Desa Nagara Padang, tapi yang bekerja di lapangan malah bukan warga desa.

“Saya heran mengapa kami sebagai warga Desa Nagara Padang tidak dilibatkan, malah pekerjanya dari luar. Padahal di papan informasi sudah jelas pelaksana itu TPK Desa.” Pungkasnya.
( JM/TLS )

Pos terkait