INTIP24NEWS – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengatakan serangan Rusia ke negaranya merupakan genosida, setelah pejabat lokal melaporkan sejumlah warga sipil tewas di kota Bucha, Irpin dan Hostomel dekat ibu kota.
Pembunuhan warga sipil tak bersenjata di Bucha dan daerah sekitar Kyiv memancing dugaan kekejaman yang mendorong tuntutan baru untuk tindakan balasan lebih keras terhadap Moskow.
Zelenskiy mengatakan, “penolakan Ukraina untuk tunduk kepada Rusia adalah alasan kita dihancurkan dan dimusnahkan,” kata Zalenski.
Menteri luar negeri Ukraina, Dymtro Kuleba pun mengatakan Rusia “lebih buruk dari Isis”.
Saksi dari dugaan kekejaman di Bucha mengatakan kepada Guardian bahwa tentara Rusia telah menembaki orang-orang yang melarikan diri dari kota, dan telah membunuh warga sipil sesuka hati.
Taras Schevchenko, 43th, mengatakan tentara Rusia tidak mengizinkan pria mengungsi melalui koridor kemanusiaan, dan menembaki mereka saat mereka melarikan diri melintasi lapangan terbuka.
“Mayat-mayat,” katanya, “berserakan di trotoar, dengan beberapa dari mereka yang tewas dilindas oleh tank, seperti karpet kulit binatang,” ujarnya.
Ibu Shevchenko, Yevdokia, 77, mengatakan dia telah menyaksikan seorang lelaki tua yang menantang seorang tentara Rusia ditembak mati di depan istrinya.
“Mereka menembaknya sampai mati, dan memerintahkan wanita itu pergi,” katanya.
Wartawan dari Agence France-Presse melihat setidaknya 20 mayat, semuanya berpakaian sipil, berserakan di jalan di kota Bucha pada hari Jumat.
Yang satu tangannya diikat ke belakang dengan kain putih, dan paspor Ukrainanya dibiarkan terbuka di samping tubuhnya.
“Semua orang ini tertembak,” kata walikota Bucha, Anatoly Fedoruk, kepada AFP, seraya menambahkan bahwa 280 mayat lainnya telah dikuburkan di kuburan massal di kota itu.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan pembunuhan itu menambah bukti kejahatan perang Rusia, sementara kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengungkapkan keterkejutannya tentang rekaman “mengerikan dan mengerikan” dari Bucha.
“Jalanan penuh dengan mayat.
Jenazah dikubur secara darurat.” ungkapnya.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Ukraina, Melinda Simmons, mengatakan jelas bahwa pemerkosaan telah digunakan sebagai senjata perang oleh pasukan Rusia.
Dia berkata: “Perempuan diperkosa di depan anak-anak mereka, anak perempuan diperkosa di depan keluarga mereka, sebagai tindakan biadab.
Pemerkosaan adalah kejahatan perang.”
Wakil kanselir Jerman, Robert Habeck, mengutuk pembunuhan warga sipil di kota Bucha sebagai “kejahatan perang yang mengerikan [yang] tidak dapat dibiarkan tanpa jawaban” dan menyerukan penguatan sanksi.
Menteri luar negeri negara itu, Annalena Baerbock, mengatakan gambar-gambar dari Bucha “tak terbayangkan.”
Annalena mengatakan, kepanikan Putin memusnahkan keluarga yang tidak bersalah tak mengenal batas,” tulisnya di Twitter,
“Mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan perang harus dimintai pertanggungjawaban.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menggambarkan pembunuhan di Bucha sebagai “pukulan menohok” dan bersama sekutu barat bersumpah mencatat sebagai kekejaman dan meminta pertanggungjawaban.
Di pihak lain, Rusia membantah bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil.
Kementerian pertahanan Rusia menggambarkan foto dan video tersebut sebagai “pertunjukan lain yang dipentaskan oleh rezim Kyiv,” hal serupa yang dibuat setelah pemboman sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol.
Sumber: The Guardian
Editor: Hasan M

























































