Serang, Intip24News.com – Program Bang Andra diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian Provinsi Banten.
Data ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Banten pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 4,79 persen. Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 9,60 persen.
Tren positif tersebut berlanjut pada triwulan I tahun 2026. Perekonomian Banten tercatat tumbuh 5,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y).
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan kembali menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 17,88 persen.
Program Bang Andra diyakini dapat memperkuat capaian tersebut melalui berbagai upaya yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa, khususnya para petani. Salah satu manfaat yang diharapkan adalah kemudahan akses transportasi untuk mengangkut hasil panen dari lahan pertanian ke pasar maupun pusat distribusi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi hasil produksi pertanian.
Kondisi kesejahteraan petani di Banten juga menunjukkan perkembangan positif. Pada Mei 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Banten tercatat sebesar 110,57, atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,70 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya sebesar 0,12 persen.Selain itu, pada Mei 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) masyarakat pedesaan Banten sebesar 0,10 persen.
Peningkatan ini terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain transportasi sebesar 0,20 persen, makanan dan minuman 0,16 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,13 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,12 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,05 persen.
Dengan berbagai indikator tersebut, Program Bang Andra diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan produktivitas sektor pertanian, memperkuat konektivitas wilayah pedesaan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani di Provinsi Banten.
( ADV )
















































