Rusia Suka Cita, Eropa Berpaling dari Ukraina ke Konflik Israel Palestina

INTIP24 – Politikus Rusia Margarita Simonyan merasa suka cita atas perhatian yang diberikan negara-negara Barat terhadap konflik Israel-Palestina, yang ia yakini akan mengalihkan fokus dunia dari Ukraina. Simonyan juga mengatakan bahwa konflik tersebut memungkinkan perang dunia ketiga di wilayah Timur Tengah.

Simonyan yang juga pemimpin redaksi jaringan televisi yang didanai pemerintah Russia Today (RT) dan sekutu setia Presiden Rusia Vladimir Putin, merayakan perang di Timur Tengah itu, seraya bersyukur untuk pengalihan tersebut.

Dia berbicara tentang AS dan Inggris yang meninggalkan Ukraina dan tidak punya waktu lagi untuk Ukraina setelah serangan Hamas atas Israel pada 7 Oktober lalu.

“Ini luar biasa, sangat indah! Saksikan bagaimana para instruktur perang Inggris meninggalkan Ukraina karena mereka tidak punya waktu lagi, sama seperti Amerika dan negara lainnya, disebabkan dunia berada di ambang Perang Dunia III,” katanya dalam siaran yang disiarkan di saluran nasional.

Bacaan Lainnya

“Sudah jelas dan tidak ada hubungannya dengan Ukraina!” katanya. “Syukur, tidak ada hubungannya dengan Ibu Pertiwi Rusia!,” sambung Simonyan.

“Kami memonitor perkembangan ini sejak Iran mengumumkan bahwa jika Israel memulai operasi daratnya di Gaza, Iran akan melakukan intervensi. Jika Iran melakukan intervensi, maka itu tidak akan bagus.” jelasnya.

Lanjut Simonyan, “Iran adalah negara dengan militer yang sangat kuat yang sesaat lagi lagi akan memiliki bom nuklirnya sendir dan memiliki banyak hal mengejutkan,” paparnya.

Dia kemudian meremehkan dan mengejek tentara Israel karena tidak mampu menghentikan 1.000 penyusup yang masuk ke negara itu.

“Bagaimana rencana militer Israel untuk menghadapi Iran? Saya ingin mengatakan, Saya ingin melihatnya, tapi tidak, saya tidak ingin melihatnya,” celoteh Simonyan.

“Saya tidak ingin siapa pun melihat itu terjadi, karena itu berada di ambang Perang Dunia III. Dan saat ini, tidak ada lagi yang peduli dengan Ukraina!,” tambahnya.

Dalam siaran yang sama, Simonyan berbicara menyinggung Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky seraya menanyakan, “apakah layak memperjuangkan wilayah yang tidak terlalu dipedulikan dan untuk tanah yang bukan milik Anda,” sindir Simoyan kepada Presiden Ukraina.

Dia membandingkan Zelensky dengan Kaisar Prancis Napoleon yang mengirimkan pasukannya untuk mati melawan pasukan Rusia.

Sebelumnya, dalam pertemuan pada Jumat pekan lalu, Putin juga mengomentari perang Israel-Hamas, dengan mengatakan, “Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri setelah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak hanya dalam skala, tetapi juga kekejamannya,” kata Presiden Rusia itu.

Namun dia juga menambahkan bahwa tindakan militer Israel yang membuat seluruh warga Gaza menderita, termasuk perempuan dan anak-anak, tidak dapat diterima.

Putin menekankan secara diplomatis bahwa Rusia memiliki hubungan dengan Israel dan Palestina dan dapat membantu merundingkan gencatan senjata atau penyelesaiannya.

Editor: Hasan M

Pos terkait