INTIP24NEWS – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan bahwa negaranya akan mengikuti pola Israel terkait pengaturan keamanannya di masa depan, dengan alasan bahwa Kiev yang benar-benar liberal, sekarang sudah tidak mungkin setelah serangan Moskow pada akhir Februari lalu.
Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, presiden Zalenski mengatakan, keamanan akan menjadi masalah nomor satu bagi Ukraina untuk dekade berikutnya, bahkan memperkirakan kehadiran militer bersenjata yang langgeng di jalan-jalan.
“Ukraina pasti tidak akan seperti yang kita inginkan. Itu tidak mungkin. Benar-benar liberal, seperti Eropa tidak akan seperti itu,” katanya. “Kami akan menjadi ‘Israel besar’ dengan wajahnya sendiri.” ujar Zalenski.
“Di mana angkatan bersenjata atau Garda Nasional akan terlihat di bioskop, supermarket, dan orang-orang dengan senjata.” imbuh Zalenski.
Dihubungi oleh Haaretz setelah komentar Zelensky, Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk mengatakan, “apa pun yang terjadi selanjutnya, kondisi di Ukraina akan serupa dengan situasi keamanan di Israel,” juga menambahkan bahwa, “anda akan melihat lebih banyak orang bersenjata di jalanan, bahkan ketika keadaan menjadi lebih damai dari saat ini.”
“Orang Israel telah hidup dikelilingi oleh musuh sepanjang sejarah mereka dan Ukraina akan melakukan hal yang sama,” lanjut presiden yang diketahui berdarah Yahudi itu.
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett telah membuat beberapa tawaran untuk menengahi negosiasi antara Kiev dan Moskow, dengan mengatakan dia merasa berkewajiban untuk membantu mengakhiri pertempuran.
Zelensky secara terbuka mengkritik Tel Aviv dalam komentarnya kepada Knesset pada bulan Maret, menuduh pemerintah Israel apatis dan berusaha netral sambil menuntut dukungan militer untuk Ukraina.
Namun, Zalenski kemudian memahami bahwa
Israel memiliki kepentingan dan strategi untuk melindungi warganya di Ukraina.
Turki juga telah memainkan peran yang sama, mengadakan beberapa pembicaraan tingkat tinggi di wilayahnya dalam beberapa pekan terakhir.
“Perdana menteri Israel, sedang mencoba menemukan cara untuk mengadakan pembicaraan, dan kami berterima kasih untuk ini,” kata Zalenski.
“Kami berterima kasih atas usahanya sehingga cepat atau lambat kami akan mulai melakukan pembicaraan dengan Rusia, mungkin di Yerusalem.” harapnya.
Sumber: RT Rusia
Editor: Hasan M























































