Mereka tidak tahu berapa lama AS akan terus mendukung Israel, dengan menggempur wilayah yang kini menjadi tempat tinggal 2,3 juta penduduk Gaza.
Ketika mereka mendorong penduduk menuju perbatasan, kemungkinan Mesir membuka perbatasan untuk mengizinkan bantuan dan pasokan dan ini bertentangan dengan keinginan Israel. Bahkan pasokan senjata, bisa masuk dari Mesir ke Jalur Gaza.
Jadi dalam melanjutkan perang, Israel tidak mempunyai strategi jangka pendek, apalagi sokusi jalan keluar.
Dalam pada itu, di dalam negeri, fakta bahwa 80 sandera telah dibebaskan dengan selamat akan meningkatkan tekanan dari keluarga 134 sandera yang tersisa, baik warga sipil maupun tentara.
Setelah gencatan senjata gagal, dan para sandera yang kembali melaporkan bahwa pemboman Israel membahayakan nyawa mereka, tekanan dari kerabat semakin meningkat.
Skenario yang paling mungkin terjadi adalah Israel terhuyung-huyung di antara pilihan melanjutkan perang atau gencatan senjata permanen.tanpa mampu menyelesaikan keduanya.
Di sinilah permasalahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru saja dimulai. Saat ini dia mungkin adalah orang yang paling dibenci Israel.
Trauma peristiwa 7 Oktober telah menambah dimensi baru yang sangat besar pada permasalahan hukum yang terus dialami Netanyahu, ketika ia menjadi perdana menteri pertama yang didakwa melakukan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan saat masih menjabat, dan kegagalan “reformasi hukum” yang mengakibatkan ratusan ribu orang menjadi korban. Israel akan memprotes dia dan pemerintahan sayap kanannya.
Poster-poster Netanyahu dengan bekas tangan berdarah di wajahnya tersebar di seluruh Tel Aviv.
















































