INTIP24 – Pasukan dan tank Israel pada Rabu pagi menyerbu rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa, menyusul peringatan pada larut malam kepada staf medis rumah sakit akan adanya serangan ke dalam kompleks yang luas tersebut “setiap saat”.
Rumah sakit yang saat ini menampung ribuan pasien, dokter, dan keluarga sipil ini telah menjadi target utama Israel sejak awal perangnya di Gaza.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel dan AS telah mengumumkan klaim bahwa informasi intelijen mendukung tuduhan Israel terhadap pusat komando Hamas yang menurut mereka terletak di bawah rumah sakit tersebut.
Ashraf Al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan, yang menyampaikan berita tentang rencana penggerebekan tersebut menyatajan keoada Al-Jazeera Arab bahwa warga Palestina di dalam Al-Shifa sangat ketakutan setelah mendengar berita tersebut, sehingga membuat banyak orang panik.
Rabu pagi pukul 8 waktu setempat tank dan pasukan Israel mengebom tembok utara kompleks Al-Shifa dan menerobos ke halaman utama dan ke berbagai bangunan medis di area rumah sakit.
Pada Rabu siang, laporan mengkonfirmasi pasukan Israel berada di dalam semua bangunan kompleks Al-Shifa. Puluhan pengungsi dan kerabat pasien serta korban luka ditangkap, setelah pakaian mereka dilucuti dan ditutup matanya, dan dibawa ke tujuan yang “tidak diketahui”. Al Jazeera melaporkan.
Tidak ada gambar yang diambil dari dalam kompleks Al-Shifa selama penyerbuan Israel dan internet serta komunikasi sinyal tidak stabil.
Saksi mata mengatakan kepada Al-Jazeera Arab bahwa pasukan zionis Israel memerintahkan warga sipil dan staf medis untuk pindah ke lantai atas gedung, dan mereka dapat mendengar ledakan di lantai bawah kompleks tersebut, namun tidak dapat memastikan apa ledakannya.
Pecahan peluru dari bahan peledak Israel dilaporkan menimpa warga sipil dan memecahkan jendela-jendela di rumah sakit.























































