Pada hari Selasa, hanya beberapa jam sebelum serangan Israel, staf medis dan relawan menggali kuburan massal untuk menguburkan 170 jenazah yang menumpuk di rumah sakit dan mulai membusuk, karena rumah sakit tersebut tidak memiliki pendingin kamar mayat.
Kecuali rumah sakit Al-Ahli di lingkungan Al-Zaytoun di Gaza, semua rumah sakit di Gaza utara tidak berfungsi karena kekurangan bahan bakar, pasokan medis, dan kerusakan parah akibat pemboman Israel.
Bahkan Rumah Sakit Al-Ahli beroperasi secara terbatas dan berhenti menerima pasien karena kehabisan bahan bakar, obat-obatan dan mengalami kerusakan fasilitas.
Namun, Al-Ahli juga memiliki sumber daya yang terbatas untuk mengobati kasus ringan dan sedang saja, kata pejabat kesehatan.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mendukung rencana Israel untuk menyerbu kompleks Al-Shifa, mengulangi tuduhan Israel yang belum diverifikasi bahwa pusat komando perlawanan Palestina terletak di bawahnya.
Kirby mengatakan pada hari Selasa bahwa terdapat terowongan untuk Hamas dan Jihad Islam di bawah Al-Shifa “untuk menyembunyikan dan mendukung operasi militer dan menyandera.”
Kirby mengatakan informasi tersebut dikumpulkan dari sejumlah “metode intelijen”, dan menambahkan bahwa Presiden Biden menurunkan tingkat klasifikasi beberapa data intelijen AS agar dapat dibagikan kepada media, Reuters melaporkan.
“Hamas dan anggota PIJ mengoperasikan pusat komando dan kontrol dari Al-Shifa di Kota Gaza. Mereka telah menyimpan senjata di sana dan mereka siap untuk menanggapi operasi militer Israel terhadap fasilitas itu,” katanya.
Kirby menambahkan bahwa “rumah sakit dan pasien harus dilindungi” dan “tindakan Hamas tidak mengurangi tanggung jawab Israel untuk melindungi warga sipil di Gaza”.
Hamas telah berulang kali membantah tuduhan ini, dan faksi-faksi Palestina serta pejabat kesehatan telah berulang kali meminta tim internasional dan penyelidik independen untuk mengunjungi Al-Shifa dan rumah sakit lain untuk melakukan penyelidikan.
Pada hari Rabu, Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menganggap “pendudukan Israel dan Presiden Biden sepenuhnya bertanggung jawab atas serangan terhadap kompleks medis al-Shifa.”
“Penerapan klaim palsu oleh Gedung Putih dan Pentagon bahwa perlawanan menggunakan kompleks medis al-Shifa untuk tujuan militer telah memberikan lampu hijau kepada penjajah (Israel) untuk melakukan lebih banyak pembantaian terhadap warga sipil,” tambahnya.
Sumber: Midle East Eye
Editor: Hasan Munawar























































