Dialog Ormas dan Kepemudaan Islam, Kepala Kemenag Banten: Generasi Muda Jangan Mau Dipecah belah

KOTA SERANG| INTIP24NEWS – Generasi muda jangan mau dipecah belah dan mudah terprovokasi oleh isu isu dan fitnah yang berkembang di Media sosial yang isinya berupa hoax , fitnah dan kebencian.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten , Dr. Nanang Faturohman, SPd. MPd.
Saat menutup Acara Kegiatan Dialog Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam se Provinsi Banten di Hotel Wisata Baru Kawasan Royal Kota Serang Banten , Kamis ( 21/07/2022 ).

Dalam dialog yang bertema, ” Eksistensi Generasi milenial dalam implementasi moderasi beragama itu”,
Nanang juga meminta generasi muda Islam agar mampu melakukan counter terhadap informasi informasi yang menyesatkan berupa hoax, fitnah dan kebencian serta ajaran ajaran radikal yang berkembang di Media sosial.
Hal ini dilakukan sebagai implementasi dari moderasi beragama di kalangan milenial.

IMG-20220722-WA0013

Bacaan Lainnya

” Generasi muda jangan mau dipecah belah oleh orang orang yang tidak suka dengan kerukunan, kedamaian umat beragama di negara kita. Justru kita harus mampu mencounter isu isu tersebut dengan memanfaatkan Media sosial baik Facebook, Instagram , dan sebagainya dengan mengisinya dengan nilai nilai kebaikan, kerukunan dan kedamaian “, Ungkapnya.

Dalam rangkaian Acara yang sama MUI Banten melalui sekretaris 1 , H. Abdul Rojak, MA juga menyampaikan materi yang terkait arah dan tantangan Media Dakwah dalam moderasi beragama.
Menurut Abdul Rojak munculnya fenomena keagamaan di media sosial yang mengarah kepada radikalisme dan intoleran harus segera ditanggulangi dan dibendung. Oleh karena itu keberadaan cendekiawan dan Ulama yang berwawasan moderat menjadi sangat dibutuhkan.

” Keterlibatan kalangan Islam moderat dalam pertarungan wacana di media sosial , setidaknya akan memberikan dua harapan bagi Islam Indonesia, pertama terminimalisirnya potensi radikalisme dan intoleransi di kalangan anak muda, dan Kedua mengembalikan wajah Islam Indonesia kembali Islam yang ramah , moderat dan inklusif. ” Papar nya.

Acara Dialog yang berlangsung selama 2 hari diikuti oleh 45 Pimpinan Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam di Provinsi Banten seperti Ormas NU, Muhamadiyah, PERSIS , Al Khaeriyah dll.
( WS/ TLB )

Pos terkait