Dianggap Tak Sesuai AD/ART, Pengukuhan Mada LMPI DKI Diwarnai Kericuhan

INTIP24NEWS | JAKARTA – Acara pengukuhan pengurus Markas Daerah (Mada) LMPI (Laskar Merah Putih Indonesia) DKI Jakarta, di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Jumat (11/06/2021) diwarnai kericuhan.

Hal ini terjadi , karena Pengurus Mada sebelumnya yang diketuai oleh Jupli Singarimbun, SH. MH. menilai pergantian pengurus Mada DKI Jakarta, tidak sesuai mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ormas LMPI.

“Kami merasa didzolimi, karena pergantian pengurus Mada DKI ini tidak sesuai mekanisme AD/ ART, kami tidak pernah diberikan teguran, peringatan atau panggilan, tiba tiba ada surat pembekuan, padahal kinerja Mada DKI tidak ada masalah, pihak Mada dan Marcab tetap solid dan tetap bekerja sesuai rencana kerja yang kami susun.” Ungkap Jupli Singarimbun.

Ditambahkannya, setiap pihaknya ingin bertemu dengan Ketua Umum Mayjen TNI. Purn. H. Syamsu Djalal SH.MH. selalu ada pihak yang menghalangi.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya ingin menanyakan, mengapa ada pembekuan, tetapi selalu ada pihak yang menghalangi kami bertemu dengan Ketua Umum, padahal jika ukuran kinerja yang menjadi penilaian, maka kinerja Markas Besarlah yang tidak terlihat sama sekali, dimana Sekretariat Markas Besar LMPI? Program apa yang telah dijalankan Mabes LMPI. tidak ada. Bahkan saat Bulan Ramadhan, program Mada DKI sangat menonjol, sementara kegiatan di markas besar tidak ada. Kami menilai ada oknum oknum di Mabes LMPI yang selalu melakukan intervensi dalam pergantian pengurus di markas markas daerah dan markas cabang tanpa melalui mekanisme AD/ART.” Papar purnawirawan TNI yang juga pengacara tersebut.
IMG-20210612-WA0000
Sementara itu , Ketua Panitia Pengukuhan, Kiki , saat dikonfirmasi, terkait kericuhan dan adanya informasi pembubaran acara tersebut oleh aparat, Ia menjelaskan bahwa acara pengukuhan tersebut berjalan sesuai rencana, meski awalnya beredar surat pembubaran acara , namun panitia merasa tidak terpengaruh.

“Tidak ada pembubaran oleh aparat, hanya kita dilarang makan di tempat tersebut karena khawatir menimbulkan kerumunan , acara sampe selesai , dan pengurus (yang baru- Red ) sudah dikukuhkan oleh Ketua Umum.” Terang Kiki singkat. (TLN).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *